RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana membuka 380 lowongan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada bulan depan.
Formasi ini secara khusus dialokasikan bagi lulusan SMA atau sederajat guna memperkuat kinerja teknis operasional di lapangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa langkah rekrutmen ini diambil untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di level teknis yang dinilai sudah sangat mendesak.
Baca Juga: ETF Emas Segera Hadir di Bursa Efek Indonesia, Investor Bisa Beli Emas Tanpa Simpan Fisik
Purbaya mengungkapkan bahwa proses rekrutmen tersebut harus segera dilaksanakan karena kebutuhan organisasi yang cukup tinggi.
“Udah berapa bulan ini enggak jadi-jadi. Saya bilang, eksekusi aja karena saya perlu orang juga yang level pekerjanya betul-betul di level teknis di lapangan. Mungkin bulan depan dibuka,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/4).
Ia menambahkan bahwa fokus utama dari pembukaan lowongan ini adalah untuk mengisi posisi garda depan yang membutuhkan sumber daya manusia yang siap terjun langsung dalam pengawasan dan pelayanan lapangan.
Baca Juga: Tak Perlu ke Kantor PLN, Estimasi Biaya Pasang Listrik dan Tambah Daya Kini Bisa Lewat PLN Mobile
Mengenai detail formasi, Purbaya menegaskan bahwa kuota yang disediakan mencapai ratusan kursi untuk jenjang pendidikan menengah.
"Kalau di Keuangan sendiri, seperti saya bilang dulu, kita buka di Bea Cukai sekitar 380 lulusan SMA. Karena saya perlu orang juga yang betul-betul di level teknis di lapangan," imbuhnya. Purbaya juga mendorong agar pelaksanaan perekrutan bisa segera dieksekusi guna memastikan kelancaran kinerja operasional DJBC ke depannya.
Terkait dengan pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara umum untuk tahun 2026, Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan tersebut berada di bawah otoritas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Meskipun demikian, ia memastikan bahwa dari sisi pembiayaan, Kemenkeu telah menyiapkan dukungan yang memadai.
“CPNS ada di MenpanRB. Anggaran harusnya ada,” tegas Purbaya menutup keterangannya. (nov/han)
Editor : Hany Akasah