Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Targetkan KUR Tepat Sasaran, Pemerintah Berencana Ambil Alih PNM dari BRI

Hany Akasah • Selasa, 7 April 2026 | 12:46 WIB
Visualisasi Gedung Permodalan Nasional Madani atau biasa disingkat menjadi PNM
Visualisasi Gedung Permodalan Nasional Madani atau biasa disingkat menjadi PNM.

RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk melakukan transformasi pada PT Permodalan Nasional Madani (PNM). 

PNM rencananya akan diambil alih dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) untuk diubah menjadi bank baru yang berfokus penuh pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Rencana jangka panjang ini muncul sebagai solusi atas kendala penyaluran KUR yang dinilai sering kali tidak tepat sasaran jika dilakukan melalui bank komersial konvensional.

Baca Juga: Apresiasi Langkah Presiden Prabowo, DPD RI Lia Istifhama Dukung Bioetanol Jadi Solusi Krisis Energi

Target Modal Rp 200 Triliun

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026), Purbaya menjelaskan bahwa PNM nantinya akan berada di bawah naungan Kementerian Keuangan, serupa dengan pola Badan Layanan Umum (BLU) seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

"Strategi saya, (PNM) saya jadikan bank. Setiap tahun saya setor (injeksi dana) Rp 40 triliun. Dalam 4 hingga 5 tahun, dia akan menjadi bank dengan modal mencapai Rp 200 triliun. Itu sudah setara dengan bank besar," ujar Purbaya.

Dengan modal yang kuat, PNM diharapkan tidak hanya sekadar menyalurkan dana, tetapi juga membangun ekosistem pendukung UMKM yang terintegrasi, mulai dari pelatihan, pemasaran, hingga penjaminan kredit.

Baca Juga: Pengadaan Motor MBG Disorot, BGN: Untuk Operasional dan Masih Proses Administrasi

Alasan Pemisahan dari BRI

Purbaya menekankan pentingnya pemisahan PNM dari induk usahanya saat ini, yakni BRI. Menurutnya, sebagai perusahaan terbuka yang mengejar profitabilitas, bank komersial cenderung selektif dan menghindari risiko kredit macet (NPL) yang tinggi, sehingga sering kali menyulitkan pelaku usaha ultra mikro untuk mendapatkan modal.

"BRI itu perusahaan publik, mereka punya alasan sendiri untuk profit. Jadi tidak bisa sepenuhnya menjalankan kewajiban pemerintah karena desainnya memang untuk untung, bukan murni membantu rakyat," tambahnya.

Baca Juga: Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

Dukungan Presiden dan Proses Danantara

Rencana pembentukan bank khusus UMKM ini diklaim telah mendapatkan lampu hijau dari Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, proses koordinasi tengah berlangsung dengan Danantara Indonesia untuk mematangkan regulasi dan mekanisme pengambilalihan tersebut.

Purbaya berharap dukungan penuh dari DPR RI agar rencana ini dapat segera direalisasikan demi memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui penyaluran KUR yang lebih efektif dan efisien.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Kebijakan WFH Sepekan Sekali bagi ASN, Berikut Sejumlah Unit Layanan Publik yang Wajib Tetap Ngantor

Editor : Hany Akasah
#pnm #menkeu #Purbaya #bri #kur