RADAR SURABAYA BISNIS - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada stabilitas energi global, termasuk di kawasan Asia Tenggara.
Konflik yang melibatkan Iran sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar ketiga di dunia, serta pembatasan di Selat Hormuz memicu kekhawatiran terganggunya pasokan minyak dunia.
Kondisi tersebut mendorong sejumlah negara pengimpor minyak untuk menyesuaikan kebijakan energi guna menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan bakar.
Di kawasan ASEAN, beberapa negara bahkan telah lebih dulu menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sebagai respons terhadap tekanan global.
Baca Juga: Upaya Perkuat Ketahanan Energi, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan
Sejumlah negara seperti Thailand, Vietnam, Singapura, hingga Malaysia tercatat telah melakukan penyesuaian harga.
Kenaikan ini mencerminkan upaya pemerintah masing-masing negara dalam mengantisipasi lonjakan harga minyak mentah dunia.
Mengutip data Global Petrol Price (GPP), per 30 Maret 2026, Singapura menjadi negara dengan harga bensin RON 95 tertinggi di kawasan ASEAN.
Harga BBM di negara tersebut tercatat mencapai Rp 43.141 per liter, menjadikannya yang paling mahal di antara negara-negara tetangga.
Baca Juga: Pemerintah Pangkas Distribusi MBG Jadi 5 Hari, Efisiensi Anggaran Berpotensi Tembus Rp 20 Triliun
Di posisi kedua, Laos menyusul dengan harga bensin RON 95 sebesar Rp 30.153 per liter. Sementara itu, Thailand menempati peringkat ketiga dengan harga Rp 27.115 per liter.
Filipina berada di posisi keempat dengan harga Rp 26.914 per liter, diikuti Myanmar sebesar Rp 26.568 per liter dan Kamboja Rp26.205 per liter.
Malaysia tercatat memiliki harga yang relatif lebih rendah, yakni Rp 16.205 per liter.
Sementara itu, Vietnam menempati posisi kedelapan dengan harga bensin RON 95 sebesar Rp 15.490 per liter.
Indonesia berada di peringkat kesembilan atau termasuk yang paling rendah di kawasan, dengan harga Rp 12.390 per liter.
Di tengah tren kenaikan harga di berbagai negara, pemerintah Indonesia memastikan bahwa harga BBM domestik tetap terkendali.
Baca Juga: Sekarang Belanja di Korea Selatan Bisa Pakai QRIS, Tak Perlu Tukar Won
Sebelumnya, pemerintah telah menjamin tidak akan menaikkan harga BBM meskipun terjadi tekanan global akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian pasar energi global.
Dengan dinamika yang terus berkembang, negara-negara ASEAN diperkirakan akan terus memantau situasi global guna menentukan kebijakan energi yang tepat, terutama dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan keberlanjutan pasokan. (iza/han)
Editor : Hany Akasah