RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan perbaikan pada awal perdagangan Kamis, 2 April 2026.
Di pasar spot, mata uang rupiah dibuka di posisi Rp 16.981 per dolar AS, mencerminkan penguatan dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya.
Penguatan ini tergolong tipis, namun menjadi sinyal positif setelah sebelumnya rupiah sempat berada dalam tekanan.
Pergerakan tersebut menunjukkan adanya respons pasar terhadap dinamika global yang mulai lebih kondusif, meskipun fluktuasi masih membayangi.
Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Menguat, Sentimen Global dan Timur Tengah Jadi Pendorong
Sementara itu, kondisi berbeda justru terlihat pada mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Hingga pukul 09.00 WIB, sebagian besar mata uang regional mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam setelah terdepresiasi hingga 0,49 persen.
Pelemahan juga dialami oleh peso Filipina yang turun 0,47 persen, serta baht Thailand yang terkoreksi 0,36 persen.
Baca Juga: Pengalaman vs Tabungan: Strategi Manajemen Keuangan Modern bagi Anak Muda
Selanjutnya, yen Jepang tercatat melemah sebesar 0,29 persen.
Dolar Singapura juga mengalami penurunan sebesar 0,24 persen, sementara yuan China terkoreksi 0,13 persen.
Dolar Taiwan pun ikut bergerak di zona negatif dengan pelemahan tipis sebesar 0,05 persen.
Di sisi lain, terdapat beberapa mata uang yang mampu mencatatkan penguatan terhadap dolar AS.
Ringgit Malaysia menjadi yang paling menonjol dengan kenaikan sebesar 0,12 persen. Selain itu, dolar Hong Kong juga mengalami penguatan tipis sebesar 0,01 persen.
Pergerakan yang beragam di kawasan Asia ini mencerminkan masih kuatnya pengaruh sentimen global terhadap pasar keuangan.
Baca Juga: Sekarang Belanja di Korea Selatan Bisa Pakai QRIS, Tak Perlu Tukar Won
Faktor seperti kebijakan moneter global, kondisi ekonomi internasional, serta dinamika geopolitik masih menjadi penentu utama arah pergerakan mata uang.
Penguatan rupiah di awal perdagangan ini menjadi momentum yang perlu dicermati oleh pelaku pasar.
Meski menunjukkan perbaikan, potensi fluktuasi masih terbuka lebar seiring dengan perkembangan situasi global yang dinamis.
Oleh karena itu, investor dan pelaku pasar disarankan untuk terus memantau berbagai indikator ekonomi serta sentimen eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dalam waktu dekat. (iza/han)
Editor : Hany Akasah