Sekarang Belanja di Korea Selatan Bisa Pakai QRIS, Tak Perlu Tukar Won
Hany Akasah• Kamis, 2 April 2026 | 08:09 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta bersama Minister & Deputy Head of Mission KBRI Korea Selatan, Park Soo-deok, saat meresmikan peluncuran QRIS Antarnegara Indonesia-Korea Selatan di Kantor Bank Indonesia, Jakarta (1/4/2026).RADAR SURABAYA BISNIS – Bank Indonesia (BI) bersama Bank of Korea resmi meluncurkan konektivitas pembayaran QR Antarnegara antara Indonesia dan Korea Selatan pada Rabu (1/4/2026). Inisiatif ini memungkinkan masyarakat Indonesia untuk bertransaksi di Korea Selatan hanya dengan memindai kode QR melalui aplikasi pembayaran domestik tanpa perlu menukarkan mata uang asing.Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi Joint Vision Statement yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lee Jae Myung.
Peresmian dilakukan secara simultan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan Deputi Gubernur Senior Bank of Korea, Sangdai Ryoo.Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan fondasi penting bagi integrasi ekonomi digital kedua negara."Terhubungnya pembayaran QR antarnegara tidak hanya memudahkan transaksi bagi wisatawan, tetapi juga memperkuat UMKM dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan," ujar Perry dalam keterangan resminya.Baca Juga: Isi Pertalite Kini Dibatasi 50 Liter Per Hari, Cek Aturan Lengkapnya di SiniSenada dengan itu, Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menekankan bahwa implementasi ini membuat masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga co-creator dalam ekosistem pembayaran global. Selain menguntungkan turis Indonesia yang berkunjung ke kafe-kafe di Korea, sistem ini juga berlaku bagi turis Korea yang datang ke Indonesia, seperti di kawasan Senayan atau Wolter Monginsidi.
Hingga Februari 2026, pengguna QRIS di Indonesia telah mencapai 60,77 juta pengguna. Korea Selatan kini menambah daftar panjang negara mitra yang telah terhubung dengan QRIS antarnegara setelah Thailand (Agustus 2022), Malaysia (Mei 2023), Singapura (November 2023), dan Jepang (Agustus 2025).Khusus untuk Jepang, transaksi kini sudah berjalan dua arah (inbound dan outbound). Data menunjukkan tren positif, di mana frekuensi transaksi turis asing yang masuk ke Indonesia (inbound) tercatat melampaui transaksi masyarakat Indonesia ke luar negeri (outbound), memberikan dampak signifikan bagi devisa dan ekonomi domestik.