RADAR SURABAYA BISNIS - Harga emas batangan bersertifikat Antam produksi Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan Rabu, 1 April 2026.
Berdasarkan data terbaru, harga emas Antam untuk pecahan satu gram kini mencapai Rp 2.902.000.
Kenaikan ini menandai pembalikan arah setelah sebelumnya harga emas sempat mengalami penurunan.
Pada Selasa, 31 Maret 2026, harga emas Antam tercatat berada di level Rp 2.827.000 per gram.
Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Bulanan Agar Tidak Habis Sebelum Akhir Bulan
Dengan demikian, terjadi lonjakan harga yang cukup tajam dalam satu hari perdagangan.
Sejalan dengan harga jual, nilai pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami peningkatan yang lebih besar.
Pada Rabu ini, harga buyback tercatat di level Rp 2.587.000 per gram, atau naik Rp 110.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan harga emas ini mencerminkan adanya peningkatan permintaan serta pengaruh dari dinamika pasar global.
Baca Juga: THR Tak Dibayar Penuh Karena Alasan Absensi, Menaker Sidak Perusahaan Nakal
Faktor-faktor seperti pergerakan harga emas dunia, fluktuasi nilai tukar, hingga ketidakpastian ekonomi dan geopolitik turut berperan dalam mendorong harga logam mulia.
Dalam kondisi pasar yang tidak stabil, emas kerap menjadi pilihan investor sebagai aset lindung nilai.
Lonjakan harga dalam waktu singkat ini juga menjadi perhatian pelaku pasar dalam menentukan strategi investasi, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
Berikut rincian harga emas Antam pada Rabu, 1 April 2026:
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Jepang Naik 12%, Kemenpar Bidik Kerja Sama Strategis Lewat Jalur Udara
0,5 gram = Rp 1.501.000
1 gram = Rp 2.902.000
2 gram = Rp 5.744.000
3 gram = Rp 8.591.000
5 gram = Rp 14.285.000
10 gram = Rp 28.515.000
25 gram = Rp 71.162.000
50 gram = Rp 142.245.000
100 gram = Rp 284.412.000
250 gram = Rp 710.765.000
500 gram = Rp 1.421.320.000
1.000 gram = Rp 2.842.600.000
Harga tersebut merupakan harga dasar sebelum pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Inovasi Mahasiswa UBAYA: Tas Unik dari Serabut Kelapa Ini Bisa Ditanam dan Tumbuh Jadi Bunga
Oleh karena itu, nilai transaksi dapat berbeda tergantung kebijakan yang diterapkan.
Masyarakat disarankan untuk terus memantau perkembangan harga emas secara berkala sebelum mengambil keputusan investasi, agar dapat menyesuaikan dengan kondisi pasar yang terus berubah. (iza/han)
Editor : Hany Akasah