Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

WFH Bukannya Hemat Malah Boros? Ini Rahasia Tetap Kaya Meski Kerja Cuma dari Rumah

Hany Akasah • Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:38 WIB
Seorang wanita bekerja dari rumah dengan suasana produktivitas WFH yang efisien.
Seorang wanita bekerja dari rumah dengan suasana produktivitas WFH yang efisien.

RADAR SURABAYA BISNIS – Fenomena bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) seringkali dianggap sebagai solusi untuk menekan biaya hidup. 

Namun, tanpa strategi yang tepat, banyak pekerja justru terjebak dalam "kebocoran finansial" akibat tagihan listrik yang membengkak, gaya hidup konsumtif lewat aplikasi online, hingga pengeluaran kecil yang tak terdata.

Penting bagi para profesional untuk menyadari bahwa penghematan saat WFH tidak terjadi secara otomatis. Dibutuhkan kedisiplinan dalam mengatur pos pengeluaran agar dana yang biasanya habis untuk transportasi kantor tidak menguap begitu saja untuk hal-hal yang tidak produktif.

Baca Juga: Ini Pekerjaan yang Dulu Jadi Rebutan, Kini Malah Dijauhi Gen Z. Apa Alasannya?

Identifikasi Kebocoran Finansial

Langkah awal dalam menyehatkan arus kas adalah dengan melakukan pencatatan evaluasi mingguan. Pengeluaran seperti kopi kekinian atau camilan melalui layanan pesan antar sering dianggap sepele, namun jika dijumlahkan, nilainya bisa merusak target tabungan bulanan.

Selain itu, efisiensi energi menjadi faktor krusial. Penggunaan laptop dengan power plan yang hemat energi serta memanfaatkan pencahayaan alami di siang hari dapat menekan tagihan listrik secara signifikan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Blokade Iran di Selat Hormuz Picu Ancaman Inflasi, UEA Siap Buka Paksa?

Optimalisasi Fasilitas dan Disiplin Anggaran

Memaksimalkan fasilitas rumah menjadi kunci utama. Alih-alih membeli kopi di luar atau pergi ke pusat kebugaran, memanfaatkan peralatan kopi sendiri dan berolahraga di rumah dapat memangkas pengeluaran harian.

Pakar keuangan menyarankan penerapan prinsip 50/30/20 sebagai panduan baku:

- 50% untuk kebutuhan pokok.

- 30% untuk keinginan.

- 20% untuk tabungan atau investasi.

Baca Juga: Keindahan Taman Nasional Komodo Diakui Global, Masuk 2 Besar Destinasi Terbaik Dunia Versi Time Out

Dengan mengalihkan biaya transportasi kantor (WFO) langsung ke pos investasi, pekerja tidak hanya sekadar bertahan, tetapi justru bisa memperkuat kondisi finansial mereka selama masa kerja jarak jauh ini.

Editor : Hany Akasah
#wfh #rumus #tabungan #uang #investasi