RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.
Pemerintah berencana menjalankan skema efisiensi anggaran tahun ini yang akan dilakukan dalam tiga tahapan strategis.
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi tekanan ekonomi akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel di Timur Tengah.
Baca Juga: Berapa Idealnya Tabungan di Usia 30 hingga 50 Tahun? Ini Strategi Kelola Dana Pensiun Untuk Anda
Purbaya menjelaskan bahwa langkah efisiensi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh.
"Kan tahap satu, tahap dua, tahap tiga kita jalankan nanti," ujar Purbaya dalam acara halal bihalal di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta.
Berdasarkan koordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, total efisiensi anggaran yang dirancang untuk APBN 2026 mencapai Rp 81 triliun.
Baca Juga: Target 6 Persen, Menkeu Purbaya Ungkap Sinyal Ekonomi RI Melejit, Ini Kuncinya
Angka ini menambah deretan relokasi anggaran yang sebelumnya telah mencapai sekitar Rp 800 triliun atau setara dengan US$ 70 miliar.
Efisiensi ini krusial untuk menjaga defisit APBN 2026 agar tetap berada di kisaran aman, yakni sebesar 2,68% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sesuai dengan Undang-Undang Keuangan Negara, batas aman defisit ditetapkan maksimal 3%.
"Yang jelas anggarannya sudah clear. Jadi APBN saya bisa dikendalikan, enggak tembus 3%," tegas Purbaya.
Baca Juga: Raja Ampat Bersinar di Kancah Global, Masuk 7 Keajaiban Asia Tenggara 2026 Versi Condé Nast Traveler
Program efisiensi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya manajemen anggaran yang disiplin.
Sebelumnya, dalam program "Presiden Prabowo Menjawab" di Hambalang, telah ditegaskan bahwa penghematan anggaran menjadi prioritas untuk mendukung keberlanjutan program pembangunan nasional tanpa mengorbankan kesehatan fiskal negara.
Dengan strategi tiga tahap ini, pemerintah optimistis dapat menghadapi rambatan tekanan ekonomi global sekaligus memberikan kepastian bagi pasar dan pelaku usaha di tanah air.
Baca Juga: Riset: Masyarakat Makin Banyak Belanja, Uang Beredar di Lebaran 2026 Tembus Rp 1.370 T
Editor : Hany Akasah