RADAR SURABAYA BISNIS - Tren membangun bisnis di era saat ini semakin dilirik, terutama di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Membuka usaha tidak hanya dianggap sebagai peluang meraih keuntungan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Fenomena ini tercermin dalam survei terbaru yang dirilis oleh Jakpat melalui laporan bertajuk Trends in Modern Entrepreneurship.
Survei tersebut mengupas minat masyarakat Indonesia terhadap dunia kewirausahaan, khususnya dari kalangan generasi muda.
Baca Juga: Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen Berkat Lebaran dan Stimulus
Survei yang dilakukan secara daring pada 5–6 Februari 2026 ini melibatkan 1.387 responden berusia 17 hingga 50 tahun dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dengan tingkat margin of error di bawah 5 persen, hasil survei ini dinilai cukup merepresentasikan kecenderungan masyarakat terhadap tren bisnis modern.
Hasilnya menunjukkan bahwa minat generasi muda, khususnya Gen Z, terhadap dunia usaha tergolong tinggi.
Sekitar 68 persen responden dari kelompok ini mengaku memiliki rencana untuk membangun bisnis mereka sendiri.
Baca Juga: Rupiah Kembali Tertekan, Pasar Asia Bergerak Variatif di Tengah Sentimen Global
Angka ini mengindikasikan bahwa kewirausahaan kini menjadi salah satu aspirasi utama generasi muda.
Namun demikian, keinginan tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan langkah nyata.
Tercatat sekitar 46 persen responden menyatakan ingin memulai usaha, tetapi masih belum menentukan waktu pelaksanaannya.
Di sisi lain, 22 persen lainnya telah memiliki rencana lebih konkret dengan target memulai bisnis dalam kurun 1-2 tahun ke depan.
Sementara itu, sebagian kecil responden sudah mulai merealisasikan rencana tersebut.
Sekitar 14 persen diketahui telah menjalankan usaha selama satu hingga dua tahun, sedangkan delapan persen lainnya bahkan mampu mempertahankan bisnis mereka lebih dari 3 tahun.
Baca Juga: Emas Antam Terjun Dalam, Harga Hari Ini Merosot Tajam dari Posisi Sebelumnya
Di balik tingginya minat tersebut, terdapat sejumlah hambatan yang masih menjadi tantangan utama.
Keterbatasan modal menjadi faktor paling dominan, dengan sekitar 60 persen responden mengaku belum memiliki cukup dana untuk memulai usaha.
Selain itu, sekitar 42 persen responden menyebutkan belum menemukan ide produk yang jelas sebagai dasar bisnis mereka.
Tak hanya itu, persoalan teknis juga turut menjadi penghalang.
Sekitar 41 persen responden mengaku masih merasa kebingungan terkait langkah awal dalam membangun usaha, mulai dari perencanaan hingga eksekusi.
Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara minat dan kesiapan dalam berwirausaha di kalangan Gen Z.
Di satu sisi, semangat untuk mandiri dan menciptakan peluang ekonomi baru terus meningkat.
Namun di sisi lain, keterbatasan sumber daya, ide, serta pengetahuan praktis masih menjadi tantangan yang perlu diatasi.
Dengan kondisi tersebut, dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun sektor swasta, dinilai penting untuk mendorong lahirnya wirausahawan muda yang lebih siap dan berdaya saing di masa depan. (iza/han)
Editor : Hany Akasah