RADAR SURABAYA BISNIS – Berdasarkan data terbaru dari Cost of Living Index 2026 oleh Numbeo, Indonesia resmi dinobatkan sebagai negara dengan biaya hidup paling terjangkau di kawasan Asia Tenggara.
Posisi ini memberikan keunggulan kompetitif bagi Indonesia dalam menarik investasi asing, terutama terkait efisiensi biaya operasional dan tenaga kerja.
Indeks biaya hidup Indonesia tercatat berada di angka 26,1, jauh mengungguli negara tetangga seperti Malaysia (34,0) dan Thailand (38,0). Sementara itu, Singapura tetap menjadi negara dengan biaya hidup tertinggi dengan indeks mencapai 87,7.
Baca Juga: Wajib Tahu! Aturan Baru Arab Saudi Ancam Denda Jika Jemaah Umrah Overstay
Daya Tarik Ekonomi dan Pasar
Rendahnya indeks biaya hidup ini berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi makro yang stabil. Data dari International Monetary Fund (IMF) menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diprediksi menyentuh angka USD 1,44 triliun pada tahun 2025.
Dengan populasi yang diproyeksikan mencapai 287,9 juta jiwa pada awal 2026, Indonesia bukan hanya menawarkan efisiensi produksi, tetapi juga pasar konsumen yang masif.
"Rendahnya biaya hidup di Indonesia menjadi parameter penting bagi pelaku usaha global untuk mempertimbangkan ekspansi, terutama dalam menekan overhead cost namun tetap mendapatkan akses ke pasar yang luas," tulis laporan tersebut.
Baca Juga: Resmi Berlaku! WFH Tiap Rabu di Jawa Timur, Ini Alasan Tidak Dipilih Hari Jumat
Perbandingan Regional
Di bawah Indonesia, Vietnam menempati posisi kedua dengan indeks 26,4, disusul oleh Filipina dengan indeks 30,1. Perbedaan tipis ini menunjukkan persaingan ketat di kawasan Indochina dalam memperebutkan posisi pusat manufaktur global.
Namun, keunggulan Indonesia terletak pada kombinasi antara biaya hidup yang rendah dan skala ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan negara-negara lain di daftar sepuluh besar tersebut.
Editor : Hany Akasah