Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Rupiah Menguat di Awal Perdagangan, Berlawanan Arah dengan Mayoritas Mata Uang Asia

Hany Akasah • Kamis, 26 Maret 2026 | 09:50 WIB
ILUSTRASI: Uang rupiah yang mengalami penguatan pada perdagangan Kamis (26/3/2026)
ILUSTRASI: Uang rupiah yang mengalami penguatan pada perdagangan Kamis (26/3/2026)

RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan pada awal perdagangan Kamis (26/3/2026).

Pergerakan mata uang rupiah ini terpantau berbeda arah dibandingkan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang justru mengalami tekanan.

Berdasarkan data pasar spot, rupiah dibuka di posisi Rp 16.892 per dolar AS.

Nilai tersebut mencerminkan penguatan sekitar 0,04 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 16.911 per dolar AS.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Bertahan di Level yang Sama Sejak Perdagangan Sebelumnya

Penguatan rupiah ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah pelemahan yang dialami sebagian besar mata uang Asia.

Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang regional cenderung berada di zona merah.

Ringgit Malaysia tercatat menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan setelah mengalami penurunan paling signifikan.

Selain itu, won Korea Selatan juga menunjukkan tekanan yang cukup terasa.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Kafein, Ini Rahasia Mengapa Kopi Indonesia Jadi Incaran Dunia

Baht Thailand dan peso Filipina turut mengalami koreksi dengan pergerakan yang relatif serupa.

Sementara itu, yuan China dan dolar Singapura juga bergerak melemah meskipun dalam kisaran yang lebih terbatas.

Di sisi lain, yen Jepang tercatat mengalami pelemahan tipis terhadap dolar AS.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang Asia terjadi secara merata, meskipun dengan intensitas yang berbeda-beda.

Meski demikian, tidak semua mata uang berada di zona negatif.

Dolar Taiwan justru mencatatkan penguatan terbesar di kawasan pada pagi ini, diikuti oleh dolar Hong Kong yang juga mengalami kenaikan tipis terhadap dolar AS.

Baca Juga: Wajib Tahu! Aturan Baru Arab Saudi Ancam Denda Jika Jemaah Umrah Overstay

Perbedaan arah pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar keuangan yang masih dipengaruhi oleh berbagai faktor global, termasuk pergerakan dolar AS dan sentimen risiko yang berkembang di pasar internasional.

Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi global serta respons kebijakan domestik.

Dengan situasi pasar yang masih fluktuatif, pelaku pasar diharapkan tetap waspada dan mencermati setiap perubahan yang terjadi. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#perdagangan #rupiah #pasar #dolar #asia #uang