Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Rupiah Tertekan di Awal Perdagangan, Jadi Mata Uang dengan Pelemahan Terdalam di Asia

Hany Akasah • Rabu, 25 Maret 2026 | 09:45 WIB
ILUSTRASI: Rupiah yang mengalami pelemahan terdalam se-Asia
ILUSTRASI: Rupiah yang mengalami pelemahan terdalam se-Asia

RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada awal perdagangan Rabu (25/3/2026).

Pergerakan mata uang rupiah cenderung melemah di tengah kondisi pasar Asia yang justru menunjukkan penguatan pada mayoritas mata uang regional.

Dilansir dari Kontan.co.id, rupiah dibuka di level Rp 16.928 per dolar AS di pasar spot.

Posisi ini menunjukkan pelemahan sekitar 0,18 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 16.898 per dolar AS.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Tipis, Buyback Justru Melonjak Signifikan pada Perdagangan Terbaru

Pelemahan tersebut membuat rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia pada awal perdagangan hari ini.

Kondisi ini cukup kontras dengan pergerakan mayoritas mata uang regional yang justru bergerak menguat terhadap dolar AS.

Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah mata uang Asia mencatatkan penguatan yang cukup signifikan.

Won Korea Selatan menjadi yang paling menonjol dengan kenaikan terbesar di kawasan, diikuti oleh dolar Taiwan dan baht Thailand yang juga mengalami apresiasi.

Baca Juga: Prediksi IHSG Hari Ini 25 Maret 2026: Berpotensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham ARCI hingga MEDC

Selain itu, yuan China turut menguat, disusul oleh ringgit Malaysia dan dolar Singapura yang mencatatkan kenaikan meskipun dalam kisaran terbatas.

Pergerakan ini menunjukkan adanya sentimen positif di pasar Asia yang tidak sepenuhnya dirasakan oleh rupiah.

Di sisi lain, beberapa mata uang seperti yen Jepang dan dolar Hong Kong juga mengalami tekanan, meskipun penurunannya relatif lebih kecil dibandingkan rupiah.

Sementara itu, peso Filipina tercatat melemah tipis terhadap dolar AS.

Perbedaan kinerja ini mencerminkan bahwa rupiah masih menghadapi tekanan tersendiri di tengah dinamika pasar global.

Baca Juga: Waspada Mafia Tanah! Ini 2 Cara Praktis Cek Keaslian Sertifikat Properti Secara Online

Faktor eksternal seperti pergerakan dolar AS serta sentimen global masih menjadi penentu utama arah pergerakan mata uang, termasuk di kawasan Asia.

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan kondisi global serta kebijakan ekonomi yang dapat memengaruhi stabilitas nilai tukar.

Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, rupiah berpotensi bergerak dinamis mengikuti sentimen yang berkembang. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#perdagangan #rupiah #pasar #dolar #asia #uang