Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Rupiah Berangsur Menguat Setelah Sempat Tertekan, Kini Mulai Stabil di Tengah Sentimen Pasar

Hany Akasah • Kamis, 19 Maret 2026 | 10:05 WIB
ILUSTRASI: Mata uang rupiah yang mengalami penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (19/3/2026)
ILUSTRASI: Mata uang rupiah yang mengalami penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (19/3/2026)

 RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan pada perdagangan Kamis (19/3/2026).

Pergerakan mata uang rupiah terpantau mulai stabil di kisaran Rp 16.900-an setelah sebelumnya sempat berada di bawah tekanan yang cukup kuat di awal pekan.

Berdasarkan data pasar spot dan referensi perbankan, rupiah kini berupaya menjauh dari level psikologis Rp 17.000 per dolar AS yang sebelumnya sempat membayangi pergerakan nilai tukar.

Stabilnya posisi rupiah di kisaran saat ini menjadi sinyal bahwa tekanan yang terjadi beberapa hari terakhir mulai mereda.

Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Turun Tajam pada 19 Maret 2026, Buyback Ikut Terkoreksi

Mengutip data dari Media Indonesia, kurs rupiah di perbankan tercatat berada di kisaran Rp 16.915 untuk posisi beli, sementara kurs jual berada di level Rp 17.805 per dolar AS.

Rentang tersebut mencerminkan kondisi pasar yang masih bergerak dinamis meskipun cenderung stabil.

Penguatan rupiah ini tidak lepas dari peran Bank Indonesia (BI) yang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Otoritas moneter menegaskan akan tetap aktif berada di pasar, baik di dalam negeri maupun di pasar luar negeri, guna memastikan pergerakan rupiah tetap terkendali.

Baca Juga: Laba PT Perkebunan Nusantara I Tembus Rp700 Miliar di 2025, Ini Komoditas Unggulannya

Langkah intervensi yang dilakukan tidak hanya terbatas pada pasar domestik, tetapi juga mencakup pasar offshore.

Hal ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar, terutama di tengah kondisi global yang masih dipenuhi ketidakpastian.

Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal.

Di antaranya adalah arah kebijakan bank sentral utama dunia serta perkembangan situasi geopolitik internasional yang dapat memicu perubahan sentimen di pasar keuangan global.

Baca Juga: Tol Jogja–Bawen Dikebut! Jasa Marga Kantongi Dana Rp17,92 Triliun, Berikut Detail dan Targetnya

Di sisi lain, kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia juga akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Respons yang tepat dari otoritas moneter diharapkan mampu menjaga kepercayaan pasar terhadap kondisi ekonomi domestik.

Dengan kombinasi faktor global dan domestik tersebut, rupiah diperkirakan akan tetap bergerak dinamis, meskipun saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda stabil di kisaran yang lebih kuat. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#rupiah #internasional #pasar #geopolitik #kurs #dolar #bank #uang