Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Daftar Rasio Utang Negara ASEAN, Indonesia Peringkat Berapa?

Hany Akasah • Rabu, 18 Maret 2026 | 07:34 WIB
Mengintip Kesehatan Fiskal Negara ASEAN
Mengintip Kesehatan Fiskal Negara ASEAN

RADAR SURABAYA BISNIS – Posisi utang pemerintah Indonesia terus menjadi sorotan di tengah dinamika ekonomi global. Berdasarkan data terbaru International Monetary Fund (IMF) edisi Oktober 2025, rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat berada di angka 41,1%.

Angka ini menempatkan Indonesia pada posisi yang relatif aman dan terjaga secara fiskal. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003, batas aman rasio utang Indonesia dipatok maksimal 60% dari PDB.

Dengan capaian saat ini, Indonesia masih memiliki ruang fiskal yang cukup lebar dibandingkan batas maksimal tersebut.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Rahasia Masak Opor Ayam dan Rendang Agar Empuk & Tidak Cepat Basi

Perbandingan di Kawasan ASEAN

Jika menilik negara tetangga di Asia Tenggara, posisi Indonesia berada di papan tengah. Brunei Darussalam tercatat memiliki rasio utang terendah dengan angka fantastis 2,3%, disusul Kamboja (29,3%) dan Vietnam (31,8%).

Sebaliknya, beberapa negara mencatatkan rasio utang yang jauh di atas Indonesia. Filipina berada di angka 58,8%, diikuti Myanmar (63%), Thailand (66,7%), dan Malaysia (70,5%). Laos mencatatkan angka cukup tinggi di 84,7%.

Menariknya, Singapura menjadi negara dengan rasio utang tertinggi di kawasan ini, yakni mencapai 176,3%. Kendati demikian, para ahli mengingatkan bahwa tingginya rasio utang tidak selalu berarti kondisi keuangan suatu negara dalam bahaya.

Baca Juga: Wings Group Buka Lowongan Kerja Besar-besaran Maret 2026, Cek Posisi dan Syarat Lengkapnya!

Lebih dari Sekadar Angka

Rasio utang memang indikator utama kesehatan fiskal, namun perlu dibaca bersama faktor lain. Kekuatan aset negara, struktur jatuh tempo utang, hingga biaya bunga (interest rate) menjadi variabel penentu apakah sebuah negara mampu mengelola bebannya dengan baik.

Bagi Indonesia, pengelolaan fiskal yang disiplin melalui koridor defisit APBN dan APBD tetap menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di masa depan.

Editor : Hany Akasah
#ekonomi #indonesia #pdb #utang #asean