Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Rupiah Menguat Tipis di Awal Perdagangan Selasa, Pasar Menanti Hasil RDG Bank Indonesia

Hany Akasah • Selasa, 17 Maret 2026 | 10:06 WIB
ILUSTRASI: Mata uang rupiah yang menguat tipis pada perdagangan Selasa (17/3/2026)
ILUSTRASI: Mata uang rupiah yang menguat tipis pada perdagangan Selasa (17/3/2026)

RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan pada perdagangan Selasa (17/3/2026).

Pergerakan positif mata uang rupiah terjadi menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada sore hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.01 WIB di pasar spot exchange, rupiah tercatat menguat sebesar 29 poin atau sekitar 0,17 persen ke posisi Rp 16.968 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS justru mengalami kenaikan sebesar 0,2 persen dan berada di level 99,91 pada perdagangan pagi ini.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Lagi pada Perdagangan Hari Ini, Tren Pelemahan Masih Berlanjut

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan rupiah terjadi meskipun dolar AS masih bergerak cukup kuat di pasar global.

Penguatan rupiah pada perdagangan hari ini juga terjadi ketika mayoritas mata uang Asia justru mengalami tekanan terhadap dolar AS.

Sentimen global, khususnya terkait ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar valuta asing.

Konflik yang berkepanjangan di kawasan tersebut meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Rahasia Masak Opor Ayam dan Rendang Agar Empuk & Tidak Cepat Basi

Situasi ini biasanya membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, termasuk dalam menempatkan dana di pasar negara berkembang.

Meski demikian, rupiah mampu mencatat penguatan tipis di tengah tekanan yang dialami sebagian mata uang Asia lainnya.

Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menaruh perhatian pada berbagai faktor domestik yang dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Salah satu faktor yang kini menjadi fokus utama pasar adalah hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Keputusan terkait kebijakan moneter, termasuk arah suku bunga acuan, dinilai dapat memberikan sinyal penting bagi pelaku pasar mengenai kondisi ekonomi domestik ke depan.

Baca Juga: Wings Group Buka Lowongan Kerja Besar-besaran Maret 2026, Cek Posisi dan Syarat Lengkapnya!

Pelaku pasar umumnya akan mencermati setiap pernyataan maupun kebijakan yang dihasilkan dari RDG Bank Indonesia.

Keputusan tersebut dapat memengaruhi persepsi investor terhadap stabilitas ekonomi nasional serta prospek pergerakan rupiah dalam beberapa waktu mendatang.

Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan kondisi global, khususnya terkait dinamika geopolitik dan arah kebijakan moneter dari berbagai bank sentral di dunia.

Selain itu, faktor domestik seperti kebijakan Bank Indonesia juga akan menjadi penentu penting bagi stabilitas nilai tukar rupiah. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#perdagangan #rupiah #dolar as #uang #Rupiah hari ini #mata uang