Hasil survei terbaru yang dirilis oleh GoodStats menunjukkan bahwa cukup banyak masyarakat Indonesia yang menjalani lebih dari satu pekerjaan.
Mengutip hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas, sekitar 45 persen responden di Indonesia mengaku memiliki pekerjaan sampingan di luar pekerjaan utama mereka.
Survei tersebut melibatkan 369 responden pekerja yang berasal dari 29 provinsi di Indonesia.
Pengumpulan data dilakukan secara daring pada periode 22 Januari hingga 5 Februari 2026.
Dari survei tersebut diperoleh margin of error sebesar 5,1 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Jika dilihat dari alasan di balik fenomena tersebut, faktor ekonomi menjadi pendorong utama.
Sebagian besar responden, yakni sekitar 75,63 persen, menyatakan bahwa mereka menjalani pekerjaan sampingan untuk memperoleh tambahan pemasukan.
Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan finansial masih menjadi alasan paling kuat bagi masyarakat untuk mencari sumber pendapatan tambahan di luar pekerjaan utama.
Selain faktor ekonomi, sebagian responden juga menjalani pekerjaan sampingan karena berawal dari hobi atau aktivitas yang mereka sukai.
Sekitar 6,72 persen responden menyebut bahwa pekerjaan tambahan yang mereka lakukan berkembang dari kegiatan seperti memasak, membuat kerajinan, fotografi, hingga membuat konten digital di media sosial.
Tren ini juga menunjukkan bahwa hobi kini tidak hanya dipandang sebagai aktivitas pengisi waktu luang, tetapi juga berpotensi menjadi peluang ekonomi baru jika dikelola dengan baik.
Sementara itu, terdapat pula responden yang memiliki pekerjaan sampingan karena tidak memiliki pekerjaan utama.
Sekitar 5,04 persen responden menyebut kondisi tersebut sebagai alasan mereka menjalani pekerjaan tambahan untuk tetap memperoleh penghasilan.
Faktor fleksibilitas kerja juga turut berpengaruh terhadap munculnya pekerjaan sampingan.
Sebanyak 4,2 persen responden menyatakan bahwa pekerjaan utama mereka memiliki waktu kerja yang cukup fleksibel sehingga memungkinkan mereka untuk menjalankan aktivitas lain yang juga menghasilkan pendapatan.
Selain itu, sekitar 3,36 persen responden menyebut pekerjaan sampingan sebagai pengganti pekerjaan utama mereka.
Ada pula 1,68 persen responden yang bekerja sampingan untuk membantu usaha keluarga.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Stabil, Ini Daftar Harga Galeri24 dan UBS per 15 Maret 2026
Sisanya, sekitar 3,36 persen responden menyebut berbagai alasan lain yang mendorong mereka menjalani pekerjaan tambahan.
Secara umum, temuan ini menunjukkan bahwa pola kerja masyarakat kini semakin dinamis, di mana banyak orang tidak lagi bergantung pada satu sumber pendapatan saja.
Fenomena meningkatnya pekerjaan sampingan ini juga mencerminkan perubahan pola ekonomi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan hidup serta berkembangnya peluang kerja baru di era digital.
Kehadiran platform digital, media sosial, hingga ekonomi kreatif membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama mereka. (iza/han)