RADAR SURABAYA BISNIS – Menjelang Idul Fitri 1447 H yang diprediksi jatuh pada 21 Maret 2026, fenomena menarik muncul di kalangan generasi Z.
Alih-alih menghabiskan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk belanja konsumtif, mayoritas anak muda kini lebih memilih mengamankan masa depan finansial mereka melalui investasi.
Berdasarkan riset YouGov, terjadi pergeseran signifikan pada pola pikir Gen Z di tahun 2026. Kesadaran finansial yang meningkat menjadikan investasi sebagai kebutuhan strategis, bukan sekadar tren sesaat.
Edukator trading kenamaan, F.X. Sutjiharto, M.M., mengungkapkan bahwa THR merupakan uang kaget yang ideal untuk investasi karena tidak mengganggu arus kas (cash flow) bulanan.
“Menggunakan THR untuk investasi berarti memulai perjalanan finansial tanpa mengorbankan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
4 Langkah Strategis Kelola THR
Agar dana tersebut memberikan hasil optimal, terdapat empat langkah kunci yang bisa diterapkan:
1. Tentukan Tujuan: Fokuskan dana untuk kebutuhan jangka panjang seperti dana darurat atau uang muka rumah.
2. Alokasi Sejak Awal: Pakar menyarankan untuk menyisihkan 20% hingga 40% dari total THR segera setelah dana cair.
3. Pilih Instrumen yang Tepat: Sesuaikan dengan profil risiko. Emas digital dan saham cocok untuk stabilitas, sementara platform seperti XM bisa menjadi opsi bagi yang siap dengan risiko lebih tinggi.
4. Konsistensi Jangka Panjang: Hindari jebakan ingin kaya mendadak dan tetap tenang menghadapi fluktuasi pasar.
Baca Juga: Rupiah Naik Tipis ke Rp 16.869 per Dolar AS di Tengah Optimisme Meredanya Konflik Timur Tengah
Sebagai pengingat, regulasi mewajibkan pembayaran THR paling lambat 14 hari sebelum hari raya. Dengan estimasi Lebaran pada 21 Maret, dana THR diperkirakan mulai cair di sekitar tanggal 7 Maret 2026. Kejelian dalam mengelola dana ini sejak dini akan menjadi penentu kesehatan finansial di masa depan.
Editor : Hany Akasah