RADAR SURABAYA BISNIS – Aktivitas penghimpunan dana melalui obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal Maret 2026 menunjukkan tren positif.
Terdapat sejumlah perusahaan yang berminat untuk menerbitkan obligasi.
Hingga 6 Maret 2026, terdapat 20 emisi obligasi dari 13 perusahaan yang berada dalam antrean alias pipeline penerbitan di BEI.
"Sampai dengan 6 Maret 2026 terdapat 20 emisi dari 13 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline," kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Nyoman Yetna dikutip Minggu (8/3).
Ia menjelaskan, rencana penerbitan tersebut berasal dari berbagai sektor industri, dengan dominasi perusahaan sektor keuangan.
Dari total perusahaan yang berada dalam pipeline, sebanyak lima perusahaan berasal dari sektor financials.
Selain itu, dua perusahaan berasal dari sektor energi, dua perusahaan dari sektor industri, serta dua perusahaan dari sektor infrastruktur.
Sementara masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor bahan baku (basic materials) dan sektor barang konsumsi primer (consumer non-cyclicals).
Adapun beberapa sektor lainnya belum tercatat memiliki rencana penerbitan dalam pipeline.
Sektor consumer cyclicals, kesehatan (healthcare), properti dan real estat, teknologi, serta transportasi dan logistik hingga saat ini belum memiliki perusahaan yang sedang memproses penerbitan obligasi di BEI.
Nyoman menambahkan, sepanjang 2026 hingga saat ini pasar obligasi korporasi masih mencatat aktivitas yang cukup aktif.
Hingga awal Maret 2026, telah diterbitkan 37 emisi obligasi dan sukuk dari 26 penerbit EBUS.
"Dana yang dihimpun sebesar Rp 41,41 triliun," unghkap Nyoman. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa