Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Dorong Penguatan Konsumsi Domestik untuk Kejar Pertumbuhan 5,5 Persen

Nofilawati Anisa • Minggu, 8 Maret 2026 | 12:38 WIB

Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto

RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah terus mendorong penguatan konsumsi domestik sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Berbagai program stimulus, momentum belanja nasional, serta peningkatan mobilitas selama periode hari besar keagamaan, diharapkan dapat menjaga daya beli sekaligus memperkuat kinerja ekonomi pada awal tahun.

“Saya monitor Bina (Belanja di Indonesia Aja, Red) targetnya sekarang Rp 53 triliun. Dan ini naik 20 persen dibandingkan tahun yang lalu. Dan kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Minggu (8/3).

Airlangga melanjutkan, program Bina merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pasar domestik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui berbagai promosi dan program belanja, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

Bina Lebaran 2026 diselenggarakan selama 25 hari, mulai dari 6 hingga 30 Maret 2026, dengan melibatkan sekitar 380 perusahaan, 800 brand, dan lebih dari 80.000 gerai ritel di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, program ini juga didukung oleh sekitar 400 pusat perbelanjaan yang menghadirkan berbagai promosi dan diskon untuk masyarakat.

Lebih lanjut, guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi.

Stimulus pada triwulan pertama mencakup bantuan pangan bagi sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total mencapai Rp 11,92 triliun, hingga diskon tarif transportasi selama periode mudik.

“Pemerintah juga mendorong kebijakan work from anywhere (WFA) agar masyarakat dapat memanfaatkan berbagai insentif transportasi tersebut sekaligus meningkatkan pergerakan ekonomi di berbagai wilayah,” lanjutnya.

Kemudian, kata Airlangga, momentum konsumsi masyarakat juga diperkuat dengan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR).

Di sisi lain, perusahaan penyedia layanan transportasi online juga menyiapkan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para mitra pengemudi dengan total nilai sekitar Rp 220 miliar.

“Tentu kami berharap bahwa momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama. Kuartal pertama ini kami harus dongkrak dan harapannya lebih tinggi dari tahun lalu,” imbuh Airlangga.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini dapat mencapai sekitar 5,5 persen.

Target tersebut diharapkan dapat dicapai dengan dukungan peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat serta penjualan di sektor ritel.

Selain memperkuat konsumsi, Airlangga juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap produksi dalam negeri.

“Produksi dalam negeri juga harus dilindungi karena semua negara mencari market yang besar. Dan Indonesia dengan 287 juta penduduk ini merupakan sebuah market yang terbesar di ASEAN,” pungkas Airlangga. (nis/opi)

Belanja di Indonesis Aja

*Target transaksi Rp 53 triliun
*Target naik 20 persen
*Untuk perkuat pasar domestik
*Lewat:
1. Promosi
2. Belanja

*Berlangsung 25 hari
*Mulai 6 hingga 30 Maret 2026
*Peserta:
1. Sekitar 380 perusahaan
2. Sekitar 800 brand
3. Lebih dari 80.000 gerai ritel
4. Didukung 400 pusat perbelanjaan

Sumber: Diolah

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Triwulan I 2026 #Menko Bidang Perekonomian #target pertumbuhan ekonomi 2026 #Belanja di Indonesia Aja #Konsumsi Domestik #airlangga hartarto #pertumbuhan ekonomi #Bina