RADAR SURABAYA BISNIS – Keinginan perusahaan untuk mencatatkan usahanya di lantai bursa nasional terus bertambah.
Hingga 6 Maret 2026, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sedikitnya ada tujuh perusahaan yang berada dalam antrean atau pipeline pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menuturkan dari sisi klasifikasi aset, mayoritas calon emiten yang mengantre merupakan perusahaan berskala besar.
Hal ini merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017.
“Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (7/3).
Secara rinci, enam perusahaan dengan skala besar memiliki aset di atas Rp 250 miliar dan satu perusahaan menengah di antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.
Berdasarkan data BEI, sektor finansial mendominasi pipeline dengan total tiga perusahaan.
Sementara itu, sektor lain yang turut meramaikan antrean IPO adalah sektor consumer non-cyclicals, energi, kesehatan, serta transportasi dan logistik yang masing-masing menyumbang satu perusahaan.
Kendati pipeline mulai terisi, Nyoman mencatat bahwa hingga pekan pertama Maret 2026 ini, belum ada perusahaan yang resmi mencatatkan sahamnya di lantai bursa maupun menghimpun dana melalui skema IPO.
Selain pasar saham, dia juga memaparkan perkembangan di pasar surat utang.
Hingga saat ini, telah diterbitkan 37 emisi dari 26 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun mencapai Rp 41,41 triliun.
“Sampai dengan 6 Maret 2026, terdapat 20 emisi dari 13 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” pungkas Nyoman.
Di sisi lain, aktivitas penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu juga terpantau berjalan.
Per 6 Maret 2026, terdapat tiga perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp 3,75 triliun.
Sampai dengan saat ini, BEI masih mengantongi satu perusahaan dari sektor properti dan real estat dalam pipeline aksi korporasi tersebut. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa