Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Potensi Biaya Hidup Semakin Tinggi, Masyarakat Butuh Perlindungan yang Fleksibel dan Adaptif

Nofilawati Anisa • Sabtu, 7 Maret 2026 | 20:04 WIB

 

KEUANGAN SYARIAH: President Director and CEO Generali Indonesia, Rebecca Tan menjelaskan mengenai GEN Syariah Perlindungan Aman.
KEUANGAN SYARIAH: President Director and CEO Generali Indonesia, Rebecca Tan menjelaskan mengenai GEN Syariah Perlindungan Aman.

RADAR SURABAYA BISNIS - Masyarakat Indonesia masih menghadapi tekanan biaya hidup yang terus meningkat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat standar hidup layak nasional naik 3,71 persen pada 2024, dengan tren kenaikan sejak 2022.

Kenaikan ini juga dipicu oleh mahalnya bahan pokok--engan inflasi pangan mencapai 4,58 persen pada 2025--serta meningkatnya biaya energi dan transportasi.

Saat ini, inflasi tercatat 2,92 persen pada Desember 2025, lalu naik menjadi 3,55 persen pada Januari 2026.

Hal ini menunjukkan tekanan harga belum sepenuhnya mereda.

Berbagai lembaga internasional pun memproyeksikan inflasi Indonesia akan bertahan di kisaran 2–2,5 persenhingga 2030, sehingga risiko kenaikan harga diperkirakan berlanjut secara bertahap dalam jangka panjang.

Di tengah tantangan ekonomi tersebut, sektor keuangan syariah menunjukkan perkembangan yang positif.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa kinerja industri jasa keuangan syariah tumbuh positif pada tahun 2025, dan dibarengi dengan aset asuransi syariah yang juga terus bertumbuh.

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat tingkat literasi keuangan syariah pada 2025 sebesar 43,42 persen (dari sebelumnya 39,11 persen), dengan inklusi sebesar 13,41 persen.

Sehingga masih terdapat kesenjangan antara pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk syariah.

Dalam kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian dari tahun ke tahun—baik akibat fluktuasi inflasi, tekanan harga barang pokok, maupun naiknya biaya energi—peran instrumen keuangan syariah sebagai penyokong kesejahteraan menjadi semakin relevan.

Salah satu potensi terbesar datang dari sektor wakaf uang, di mana Badan
Wakaf Indonesia (BWI) memperkirakan potensi wakaf uang nasional mencapai Rp 181 triliun per tahun.

Namun saat ini, realisasi penghimpunannya baru sekitar Rp 3,5 triliun, atau kurang dari 2% dari total potensi tersebut.

Memahami kondisi masyarakat yang terjadi, melihat potensi yang ada dan menjawab kebutuhan proteksi masyarakat, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) menghadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman.

President Director and CEO Generali Indonesia, Rebecca Tan menjelaskan,
GEN Syariah Perlindungan Aman merupakan produk perlindungan jiwa berbasis syariah yang memberikan manfaat yang bertumbuh, bertambah dan berkah.

Bertumbuh dengan memberikan nilai santunan asuransi atau warisan yang bertumbuh hingga 250 persen, yang akan meningkat secara berkala setiap lima tahun selama masa asuransi.

“Ini merupakan solusi perlindungan dari potensi kenaikan biaya hidup atas inflasi yang mungkin terjadi di setiap tahunnya,” kata Rebecca.

Lebih jauh ia menjelaskan, bertambah yaitu 110 persen manfaat tambahan santunan asuransi jika peserta meninggal dunia saat menjalankan iIbadah haji atau umrah.

“Berkah karena memiliki fitur wakaf untuk memudahkan nasabah berbagi kebermanfaatan dunia dan akhirat,” sambungnya.

Selain itu, lanjut Rebecca, GEN Syariah Perlindungan Aman dapat dilengkapi dengan asuransi tambahan kesehatan yang memberikan penggantian biaya perawatan rumah sakit seperti rawat inap, rawat jalan dan lain-lain.

“Dengan berbagai fitur ini, masyarakat dapat memiliki ketenangan untuk memastikan keluarganya tetap terlindungi, memiliki warisan yang terus bertumbuh, sekaligus membuka kesempatan untuk berbuat kebaikan melalui wakaf secara lebih mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah,” urainya.

Terkait dengan fitur wakaf, Rebecca menjelaskan, kontribusi wakaf dari nasabah akan disalurkan melalui nazir atau badan hukum yang berwenang mengelola dan menyalurkan wakaf.

“Dalam hal ini Generali Indonesia bekerja sama dengan Dompet Dhuafa,” ujarnya.

Rebecca mengungkapkan, di saat potensi biaya hidup semakin tinggi, masyarakat membutuhkan perlindungan yang fleksibel dan adaptif untuk menjawab tantangan ini.

Oleh karena itu Generali Indonesia menghadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman untuk memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki perlindungan yang kuat secara finansial dan selaras dengan prinsip syariah.

“Kami ingin setiap keluarga memiliki peace of mind dalam menjalani kehidupan, ibadah, sekaligus bisa berbagi untuk kebermanfaatan bagi banyak orang. Melalui langkah baru ini, kami menegaskan komitmen untuk terus berinovasi dan mewujudkan visi Empowering Lives and Dreams bagi seluruh masyarakat Indonesia,” urainya.

GEN Syariah Perlindungan Aman dipasarkan melalui ribuan tenaga pemasar di seluruh Indonesia, yang telah berlisensi syariah dari Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) dan secara profesional siap membantu para nasabah memiliki solusi proteksi sesuai dengan kebutuhan tiap nasabah.

Para tenaga pemasar ini didukung dengan aplikasi iPropose untuk kemudahan konsultasi online, menganalisis kebutuhan proteksi hingga melakukan pembayaran kontribusi pertama secara online, serta proses yang singkat, aman dan terverifikasi.

“Hadirnya GEN Syariah Perlindungan Aman merupakan wujud nyata komitmen Generali Indonesia dalam memberikan perlindungan yang relevan dengan seluruh kebutuhan nasabah masa kini,” ungkapnya.

“Kedepannya, kami akan terus menghadirkan berbagai inovasi dan terobosan untuk memastikan setiap nasabah mendapatkan solusi terbaik di setiap tahap kehidupan mereka. Dengan semangat sebagai Lifetime Partner, Generali tidak hanya menghadirkan solusi terbaik, tetapi juga mendampingi dalam jangka panjang, memberikan rasa aman, dan ketenangan bagi keluarga Indonesia,” tutup Rebecca. (nis/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#bps #Biaya Hidup Naik #Generali Indonesia #inflasi #Rebecca Tan #literasi keuangan syariah #keuangan syariah #perlindungan #asuransi syariah