RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak fluktuatif pada perdagangan pagi hari.
Berdasarkan live timeline Bisnis.com pada pukul 08.35 WIB, rupiah berada di level Rp 16.881 per dolar AS, atau naik tipis satu rupiah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp 16.880 per dolar AS.
Pergerakan yang relatif terbatas tersebut menunjukkan bahwa rupiah masih berada dalam fase konsolidasi di tengah dinamika pasar keuangan global.
Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah terlihat bergerak naik turun dengan perubahan yang tidak terlalu tajam.
Kondisi ini juga melanjutkan tren pergerakan dalam beberapa hari terakhir, di mana rupiah masih berada di bawah tekanan moderat akibat penguatan dolar AS di pasar internasional.
Penguatan mata uang Amerika Serikat tersebut membuat sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, cenderung bergerak lebih hati-hati.
Dalam sepekan terakhir, rupiah tercatat bergerak dalam rentang Rp 16.755 hingga Rp 16.974 per dolar AS.
Rentang pergerakan ini menunjukkan adanya volatilitas yang masih terkendali, meskipun sentimen global belum sepenuhnya stabil.
Sejumlah analis menilai bahwa kuatnya dolar AS di pasar global menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah.
Permintaan terhadap dolar sebagai aset lindung nilai (safe haven) meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi dan kondisi geopolitik dunia, sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang di negara berkembang.
Dengan situasi tersebut, pelaku usaha maupun masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi berbasis dolar AS disarankan untuk terus memantau perkembangan nilai tukar.
Hal ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kurs yang dapat terjadi sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global. (iza/han)