RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026.
Rupiah tercatat berada di posisi Rp 16.830 per dolar AS atau turun 0,26 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Mengacu pada data Bloomberg di pasar spot exchange hingga pukul 09.04 WIB, pelemahan rupiah masih berlanjut.
Mata uang rupiah terpantau melorot 45 poin atau 0,27 persen ke level Rp 16.832 per dolar AS. Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan yang masih membayangi rupiah sejak awal sesi perdagangan.
Baca Juga: Hemat Jelang Idulfitri, Tukar LPG 3 Kg ke Bright Gas 5,5 Kg Kini Tanpa Biaya Tambahan
Pada saat yang sama, indeks dolar AS tercatat menguat 0,21 persen ke level 97,82.
Kenaikan indeks dolar tersebut menandakan adanya penguatan mata uang AS terhadap sejumlah mata uang lainnya, termasuk rupiah.
Jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah memang sudah berada dalam tren pelemahan.
Pada Jumat (27/2/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 34 poin di level Rp 16.793 per dolar AS.
Dengan demikian, tekanan terhadap rupiah berlanjut pada awal pekan ini. Pergerakan rupiah dalam waktu dekat masih dibayangi sentimen global.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut memicu respons pelaku pasar yang cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi.
Baca Juga: Gak Perlu Minyak! Ini 10 Ide Takjil Rebus dan Kukus yang Bikin Buka Puasa Tetap Nikmat.
Sentimen global tersebut tercermin dalam pergerakan nilai tukar pada awal perdagangan hari ini, di mana rupiah kembali berada di zona negatif.
Pelaku pasar masih mencermati perkembangan situasi eksternal yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan mata uang.
Dengan tekanan yang terjadi sejak akhir pekan lalu dan berlanjut pada awal Maret, pergerakan rupiah masih bergerak dalam bayang-bayang dinamika global yang sedang berlangsung. (iza/han)
Editor : Hany Akasah