Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Waspada! Saldo M-Banking Ludes Gara-gara Wi-Fi Publik, Simak Modus Terbarunya

Hany Akasah • Rabu, 25 Februari 2026 | 08:17 WIB

ILUSTRASI: Seseorang menggunakan penutup kepala (hacker) yang memegang kartu kredit dan ponsel di depan layar komputer.
ILUSTRASI: Seseorang menggunakan penutup kepala (hacker) yang memegang kartu kredit dan ponsel di depan layar komputer.

RADAR SURABAYA BISNIS – Di tengah pesatnya digitalisasi perbankan, para pengguna mobile banking (m-banking) kini dihadapkan pada ancaman siber yang semakin canggih.

Salah satu celah yang paling sering dimanfaatkan oleh peretas adalah penggunaan jaringan Wi-Fi publik sebagai pintu masuk untuk menguras rekening nasabah.

Berdasarkan laporan terbaru, terdapat beberapa modus utama yang harus diwaspadai oleh masyarakat digital.

Baca Juga: Atap Sekolah SMPN 1 Gedangan Ambruk, 35 Siswa Nyaris Jadi Korban: Bupati Perintahkan Gunakan Dana BTT
Salah satunya adalah serangan Man-in-the-middle (MITM), di mana peretas menyusup di tengah jalur komunikasi antara perangkat pengguna dan router Wi-Fi untuk mencuri data pribadi.

Selain itu, muncul modus Evil Twin. Dalam skema ini, pelaku membuat jaringan Wi-Fi palsu dengan nama yang identik dengan Wi-Fi resmi di tempat umum.

Saat pengguna terhubung, seluruh aktivitas data, termasuk kredensial perbankan, dapat dipantau langsung oleh pelaku.

Baca Juga: Misteri Asal-Usul Nama “Dukuh” di Banyak Wilayah Surabaya Ternyata Simpan Jejak Kuno Era Majapahit

Langkah Mitigasi untuk Nasabah

Pakar keamanan siber menyarankan agar nasabah tetap waspada jika terpaksa menggunakan jaringan umum. Berikut adalah langkah praktis untuk mengamankan transaksi:

- Gunakan VPN: Layanan Virtual Private Network (VPN) berfungsi mengenkripsi lalu lintas data sehingga tidak mudah dibaca oleh pihak ketiga.

- Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA): Pastikan m-banking memiliki lapisan keamanan ganda seperti kode OTP atau biometrik saat melakukan transaksi.

Baca Juga: Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Meningkat, Survei Tunjukkan Kendaraan Pribadi Jadi Pilihan Utama

- Update Software Secara Berkala: Pembaruan perangkat lunak pada ponsel secara rutin dapat menutup celah keamanan (bug) yang bisa dieksploitasi peretas.

- Matikan Fitur Auto-Connect: Jangan biarkan ponsel terhubung secara otomatis ke jaringan Wi-Fi yang tidak dikenal.

- Hindari Jaringan Tanpa Password: Jaringan yang tidak memiliki enkripsi kata sandi jauh lebih rentan terhadap serangan penyusupan.

Baca Juga: Kuliner Viral Ramadan, Rujak Manis Kurma, Ini Rahasia Resepnya Hingga Jadi Favorit

Dengan meningkatnya risiko ini, edukasi mengenai literasi digital menjadi krusial bagi nasabah untuk menjaga aset finansial mereka dari kejahatan siber yang terus berkembang.

Editor : Hany Akasah
#rekening #saldo bank #wifi publik #mobile banking #hacker