Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Awas Terjebak! Ini 5 Tanda Kamu Berada di Kelompok Ekonomi Menengah Bawah

Hany Akasah • Selasa, 24 Februari 2026 | 09:36 WIB

KESEJAHTERAAN: Mengenal Batasan Kelas Ekonomi.
KESEJAHTERAAN: Mengenal Batasan Kelas Ekonomi.

RADAR SURABAYA BISNIS – Isu kemiskinan dan kesenjangan ekonomi tetap menjadi fokus utama pemerintah Indonesia, sejalan dengan target penguatan pilar ekonomi nasional. 

Dalam upaya mengelompokkan tingkat ekonomi masyarakat, terdapat beberapa indikator fundamental yang sering digunakan oleh para pakar ekonomi untuk membedakan antara kelas menengah bawah dan kelas bawah.

Mengutip data dari GoBankingRates, klasifikasi ini tidak hanya dilihat dari nominal pendapatan, melainkan dari kualitas hidup dan stabilitas finansial jangka panjang. 

Berikut adalah lima indikator utama yang perlu diperhatikan:

1. Keterjangkauan Tempat Tinggal

Tempat tinggal merupakan pengeluaran terbesar dalam rumah tangga. Ketidakmampuan seseorang untuk tinggal di lingkungan yang layak atau rumah yang nyaman menjadi indikator kuat bahwa individu tersebut berada di kategori ekonomi rendah.

2. Jenis dan Stabilitas Pekerjaan

Pekerjaan berkeahlian rendah atau posisi sementara dengan upah minimum sering kali menempatkan pekerja pada status sosial ekonomi bawah. 

Sebaliknya, posisi manajerial atau spesialis lebih identik dengan kelas menengah. Namun, profesi seperti guru atau perawat kini berada di zona abu-abu, sangat bergantung pada tingkat sertifikasi dan senioritas.

3. Ketahanan Tabungan dan Investasi

Kelas menengah bawah biasanya memiliki hambatan besar dalam membangun cadangan kas atau rencana pensiun. Jika seseorang tidak memiliki dana darurat yang cukup, mereka sangat rentan jatuh ke garis kemiskinan saat terjadi guncangan ekonomi.

 

4. Gaya Hidup dan Kebebasan Konsumsi

Kemampuan untuk menikmati "kemewahan kecil" seperti liburan tahunan atau makan di luar tanpa kekhawatiran finansial adalah pembeda yang nyata. Keterbatasan anggaran yang membuat hal-hal tersebut terasa berat adalah sinyal keterbatasan ekonomi.

5. Akses Pendidikan Tinggi

Gelar sarjana masih menjadi salah satu indikator peluang mobilitas ekonomi. Hambatan sistemik sering kali menghalangi masyarakat kelas bawah untuk mengakses pendidikan tinggi, yang pada akhirnya membatasi peluang mereka mendapatkan pekerjaan dengan upah lebih baik.

Upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi syariah, sebagaimana dibahas dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia, diharapkan mampu menjadi solusi inklusif untuk mengangkat derajat ekonomi masyarakat dari kelas bawah menuju kelas menengah yang lebih stabil.

Editor : Hany Akasah
#pendidikan #ekonomi #tabungan #kemiskinan #kelas menengah ke bawah