RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tanah air.
Dalam sebuah siaran langsung di media sosial TikTok bersama putranya, Yuda Purboyo Sunu, pada Minggu (22/2/2026), Menkeu mengungkapkan adanya rencana program besar yang akan menjadi kejutan bagi sektor ekonomi rakyat.
Purbaya menyatakan bahwa kebijakan baru ini tengah dimatangkan dan diproyeksikan mulai memberikan dampak nyata dalam rentang waktu enam bulan hingga satu tahun ke depan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penguatan pondasi ekonomi nasional di tengah dinamika pasar global.
"UMKM nanti kalau jadi pelan-pelan ada kejutan, mungkin 6 bulan ke depan atau 1 tahun ke depan, ada program menarik untuk UMKM," ujar Purbaya dalam sesi interaksi santai tersebut.
Bukan Sekadar Bantuan Modal
Berbeda dengan skema bantuan konvensional, arah kebijakan kali ini nampaknya akan lebih terintegrasi. Pemerintah menilai bahwa penguatan UMKM tidak bisa hanya mengandalkan suntikan permodalan semata.
Fokus utama akan diarahkan pada perluasan akses pasar, percepatan digitalisasi usaha, hingga peningkatan produktivitas agar UMKM bisa "naik kelas."
Beberapa poin krusial yang diprediksi akan masuk dalam program ini meliputi penguatan ekosistem pembiayaan yang lebih terjangkau, integrasi UMKM ke dalam rantai pasok industri besar, serta insentif fiskal khusus untuk produk lokal.
Dukungan Penuh Presiden Prabowo
Rencana strategis ini pun dikonfirmasi telah mendapatkan lampu hijau dari pucuk pimpinan. Purbaya menegaskan telah mengomunikasikan gagasan ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Saya sudah bilang ke Presiden. Kalau bagus, katanya jalan saja,” tambah Purbaya, menegaskan adanya dukungan politik yang kuat untuk mempercepat transformasi sektor UMKM.
Selain membahas ekonomi kerakyatan, Menkeu juga menyinggung kondisi pasar modal. Ia mencermati Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih dalam tahap pemulihan dan menyarankan investor untuk tetap jeli melihat peluang pada saham-saham berfundamental kuat.
Editor : Hany Akasah