Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Strategi Generasi Sandwich Bertahan di Tengah Inflasi, Lirik Bisnis Digital dan Literasi Keuangan

Hany Akasah • Minggu, 22 Februari 2026 | 13:32 WIB

ILUSTRASI: Seorang wanita muda (Gen Z) sedang belanja lewat online media sosial menjelang Ramadan 2026.
ILUSTRASI: Seorang wanita muda (Gen Z) sedang belanja lewat online media sosial menjelang Ramadan 2026.

RADAR SURABAYA BISNIS – Fenomena "Generasi Sandwich" kini bukan lagi sekadar isu sosial, melainkan tantangan ekonomi nyata bagi kelompok produktif di Indonesia.

Data menunjukkan bahwa sekitar 48,7 persen penduduk usia 25-45 tahun saat ini memikul beban finansial ganda: menopang kebutuhan orang tua sekaligus keluarga inti mereka sendiri.

Kondisi ini diperberat dengan laju inflasi tahunan yang mencapai 2,92 persen hingga akhir 2025. Akibatnya, ketergantungan pada satu sumber penghasilan dianggap tidak lagi mencukupi untuk menjaga stabilitas finansial jangka panjang.

Pekerjaan Sampingan Jadi Kebutuhan Utama

Laporan riset pasar terbaru mencatat pergeseran perilaku ekonomi yang signifikan pada Gen Z dan Milenial. Sebanyak 63 persen anak muda kini tercatat memiliki pekerjaan sampingan (side hustle) untuk membantu ekonomi keluarga.

Karin Zulkarnaen, seorang praktisi industri keuangan, menyoroti bahwa perubahan pola kerja ini didorong oleh kebutuhan mendesak.

"Kebutuhan akan literasi finansial yang relevan sekaligus peluang penghasilan yang fleksibel inilah yang mendorong [pentingnya program pemberdayaan] bagi generasi muda," ujarnya dalam sebuah diskusi mengenai kewirausahaan digital.

Pentingnya Literasi Keuangan Digital

Memiliki pendapatan tambahan melalui platform digital kini menjadi strategi populer. Namun, pertumbuhan usaha kreatif tanpa manajemen keuangan yang baik seringkali berujung pada kegagalan jangka pendek.

Karin menekankan bahwa kecakapan mengelola uang adalah fondasi utama bagi para pengusaha baru. "Di tengah peluang tersebut, penguatan literasi dan perencanaan finansial menjadi kunci agar kreativitas dan pertumbuhan usaha dapat berjalan secara berkelanjutan," tambahnya.

Hal ini sejalan dengan tantangan di daerah seperti Bali dan Jawa Tengah, di mana pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas digital sangat pesat namun tingkat literasi keuangan masyarakatnya masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing secara sehat di pasar yang kompetitif.

Baca Juga: Bakal Buka Ratusan Ribu Lowongan Kerja Baru, 20 Proyek Strategis Danantara Siap Tangkap Nilai Tambah Ekonomi Indonesia

Editor : Hany Akasah
#side hustle #literasi finansial #bisnis digital #Gen Z #Generasi Sandwich