Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Proyeksi Ekonomi RI Kuartal I-2026, Potensi Melesat 6% Berkat Stimulus dan THR

Hany Akasah • Jumat, 20 Februari 2026 | 15:08 WIB
Aktivitas ekonomi masyarakat di tempat perbelanjaan.
Aktivitas ekonomi masyarakat di tempat perbelanjaan.

RADAR SURABAYA BISNIS – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 akan melampaui pencapaian kuartal IV-2025 yang berada di angka 5,39% (year-on-year/yoy). 

Optimisme ini didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga dan geliat investasi yang mendapat dukungan penuh dari stimulus pemerintah serta pelonggaran kebijakan moneter.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin utama pertumbuhan di awal tahun ini. 

Peningkatan aktivitas ekonomi ini dipicu oleh rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), mulai dari Tahun Baru Imlek, Nyepi, hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

"Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diprakirakan berlanjut pada kuartal I-2026," ujar Perry dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).

Selain konsumsi, sektor investasi juga diprediksi menguat. BI menilai proyek strategis nasional, khususnya hilirisasi sumber daya alam dan peningkatan kepercayaan pelaku usaha, menjadi penopang tambahan yang solid bagi stabilitas ekonomi nasional.

Dampak Positif THR dan Belanja Pemerintah

Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyoroti peran krusial Tunjangan Hari Raya (THR) dalam memacu daya beli masyarakat. Wahyu Utomo, Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, menjelaskan bahwa tambahan pendapatan dari THR mendorong belanja menjelang Ramadan dan Lebaran.

Menurut perhitungan Kemenkeu, kombinasi percepatan realisasi belanja negara dan momentum hari raya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 menyentuh kisaran 5,5% hingga 6%.

"Dengan percepatan belanja dan stimulus hari raya, pertumbuhan bisa berada di angka yang lebih optimis," kata Wahyu.

 

Tantangan di Balik Proyeksi Positif

Meski prospek terlihat cerah, pemerintah tetap mewaspadai sejumlah tantangan. Ketergantungan pada faktor musiman seperti HBKN membuat dorongan konsumsi berpotensi bersifat sementara. 

Oleh karena itu, keberlanjutan investasi dan efektivitas belanja pemerintah menjadi kunci agar momentum pertumbuhan tetap terjaga di sepanjang tahun 2026, yang secara keseluruhan diproyeksikan berada di kisaran 4,9%–5,7% (yoy).

Editor : Hany Akasah
#kemenkeu #ekonomi #bi #thr #lebaran #stimulus