RADAR SURABAYA BISNIS – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sudah menggelar Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) 2026.
Kegiatan strategis tersebut menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus penentuan arah kebijakan dan strategi bisnis Bank Jatim sepanjang tahun ini.
Rakerta yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Mercure Mirama Malang itu dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 2009–2014 Prof Dr Ir Mohammad Nuh, DEA, jajaran Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, Direksi, SEVP, VP, serta seluruh pimpinan cabang dan cabang pembantu Bank Jatim.
Tahun ini, Rakerta mengusung tema Audacity to Fly Higher yang bermakna keberanian untuk terbang lebih tinggi dan meraih hasil positif lebih besar.
Tema tersebut mencerminkan semangat transformasi dan optimisme untuk melangkah lebih jauh menghadapi dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, Rakerta menjadi forum penting untuk menyatukan visi dan memperkuat arah strategis perusahaan.
Selain itu, forum ini juga menjadi panduan taktis bagi seluruh cabang dan divisi dalam menyusun action plan berbasis good corporate governance (GRC).
“Rapat kerja ini rutin kami lakukan setiap awal tahun untuk menyatukan visi, memberikan arahan strategis, serta memperkuat budaya kerja dan kekompakan internal agar target 2026 bisa tercapai,” kata Winardi dalam keterangan resminya, Rabu (11/2/2026).
Menurut Winardi, tema Audacity to Fly Higher juga menjadi ajakan bagi seluruh insan Bank Jatim untuk keluar dari zona nyaman dan berani menghadapi tantangan melalui inovasi, kolaborasi, dan eksekusi yang unggul.
Pada 2026, Bank Jatim berkomitmen memperkuat kinerja bisnis, tata kelola perusahaan, serta akselerasi transformasi digital guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif.
Rakerta 2026 dinilai menjadi momentum penting menyelaraskan visi dan langkah strategis perusahaan menghadapi persaingan industri perbankan.
Winardi menegaskan, Bank Jatim menargetkan pada 2030 mampu menjadi BPD nomor satu di Indonesia dari seluruh parameter kinerja.
Mulai dari dana pihak ketiga, penyaluran kredit berkualitas, pertumbuhan laba, hingga penguatan total aset.
“Kami optimistis pada 2030 Bank Jatim mampu menjadi BPD nomor satu di Indonesia. Visi ini bukan sekadar target, melainkan komitmen untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi Jawa Timur,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Bank Jatim menetapkan fokus strategi 3-2-1 pada 2026.
Pertama, strategi 3 business yang meliputi optimalisasi penghimpunan dana murah (low cost funding), peningkatan kualitas penyaluran kredit dengan likuiditas efisien, serta peningkatan transaksi digital banking.
Kedua, strategi 2 enabler yang mencakup penguatan tata kelola perusahaan secara transparan dan akuntabel, serta penguatan sistem dan teknologi guna mendukung inovasi layanan, efisiensi operasional, dan keamanan digital.
Ketiga, strategi 1 people development yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM. Bank Jatim berkomitmen mengembangkan kompetensi, profesionalisme, serta budaya kerja adaptif dan inovatif agar mampu menjawab tantangan industri.
“Melalui implementasi strategi 3-2-1 ini, kami optimistis dapat memperkuat daya saing perusahaan, meningkatkan kinerja keuangan, serta memberikan nilai tambah bagi nasabah dan pemangku kepentingan,” imbuh Winardi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi peran strategis Bank Jatim dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, terutama melalui penguatan sektor UMKM.
Menurutnya, dukungan Bank Jatim menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan.
“Bank Jatim memiliki peran penting sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memastikan UMKM naik kelas dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Khofifah menilai, keterlibatan UMKM binaan Bank Jatim dalam berbagai misi dagang menjadi indikator keberhasilan pembinaan terintegrasi, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan pasar.
“UMKM yang kita bawa dalam misi dagang bukan sekadar pameran. Mereka sudah siap produksi, siap kualitas, dan siap pasar. Ini bukti peran Bank Jatim dalam mendampingi UMKM benar-benar berdampak,” jelasnya.
Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, akan terus mendorong UMKM dan IKM naik kelas melalui pembinaan berkelanjutan, fasilitasi pemasaran, penguatan mutu produk, serta perluasan akses pasar baik luring maupun digital. (mus)
Editor : Nofilawati Anisa