Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Laba BTN Melesat di 2025, Tembus Rp 3,5 Triliun

Nofilawati Anisa • Selasa, 10 Februari 2026 | 07:48 WIB
Nixon LP Napitupulu
Nixon LP Napitupulu

RADAR SURABAYA BISNIS - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membukukan pertumbuhan laba bersih konsolidasian sepanjang 2025 sebesar dua digit.

Tepatnya 16,4 persen (year-on-year/yoy) atau mencapai Rp 3,5 triliun pada tahun 2025.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, mengatakan, perseroan berhasil mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang 2025 yang ditopang penguatan profitabilitas dan proses bisnis yang semakin efisien berkat transformasi yang konsisten dilakukan di berbagai lini.

Lebih lanjut, laba bersih BTN dipicu oleh pendapatan bunga yang naik 23,0 persen yoy menjadi Rp 36,3 triliun hingga akhir 2025.

"Di sisi lain, peningkatan pada beban bunga tercatat minim yaitu 0,4 persen yoy menjadi Rp 17,9 triliun per akhir 2025," kata Nixon dalam konferensi pers Paparan Kinerja di Menara BTN, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Dari pencapaian itu, bank plat merah dengan kode saham BBTN itu membukukan pendapatan bunga bersih yang meningkat 57,5 persen menjadi Rp 18,4 triliun pada akhir 2025 dibandingkan Rp 11,7 triliun pada tahun 2024.

BTN berhasil memperkuat profitabilitas dengan memperbaiki proses bisnis di sisi penyaluran kredit dan pengelolaan portofolio yang menghasilkan pertumbuhan lebih cepat, serta upaya yang konsisten dalam memperoleh pendanaan yang berbiaya lebih murah.

Hal itu berbuah peningkatan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjadi 4,2 persen pada akhir 2025, naik 133 basis poin (bps) dari tahun sebelumnya sebesar 2,9 persen.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian tumbuh 11,9 persen yoy dari Rp358,9 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp400,6 triliun pada 2025.

Mayoritas kredit BTN disalurkan ke sektor perumahan, dengan penyaluran kreditnya mencapai Rp 328,4 triliun hingga Desember 2025 atau tumbuh 7,5 persen yoy.

Pertumbuhan KPR subsidi sebesar 10 persen yoy menjadi Rp 191,2 triliun.

Sedangkan KPR non-subsidi meningkat 6,7 persen yoy menjadi Rp 113,0 triliun.

Khusus Kredit Program Perumahan (KPP), BTN mencatat total penyaluran mencapai Rp 2,6 triliun hingga akhir 2025, setara dengan hampir separuh dari total penyaluran KPP secara nasional.

Adapun total aset konsolidasian tercatat sebesar Rp 527,8 triliun atau tumbuh sebesar 12,4 persen yoy.

Dari sisi penghimpunan dana, perolehan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian tumbuh 14,6 persen yoy dari Rp 381,7 triliun pada 2024 menjadi Rp 437,4 triliun pada 2025.

Kinerja positif pada DPK salah satunya didukung oleh akselerasi pertumbuhan transaksi digital terutama di superapp Bale by BTN.

Selanjutnya, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross menurun ke level 3,1 persen.

Pencadangan atau NPL Coverage meningkat menjadi 123,9 persen pada akhir 2025, naik 856 bps dari tahun sebelumnya di level 115,4 persen.

Permodalan tetap kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) yang berada di level 20,9 persen per 31 Desember 2025, naik 240 bps dari periode yang sama tahun sebelumnya di level 18,5 persen.

Pada tahun 2025, BTN juga telah melaksanakan aksi korporasi utamanya yakni pendirian anak usaha Bank Syariah Nasional (BSN).

Per akhir 2025, total aset BSN tercatat sebesar Rp 73 triliun atau meningkat 20,5 persen yoy.

Pertumbuhan itu ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang meningkat 25,0 persen yoy menjadi Rp 55 triliun.

Sementara DPK BSN juga mencatatkan pertumbuhan dua digit yakni 18,4 persen yoy menjadi Rp 59 triliun per 31 Desember 2025, dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 50 triliun. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#kinerja btn 2025 #pertumbuhan kredit #kpr bersubsidi #Nixon LP Napitupulu #laba btn #tahun 2025