Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Sembako Bansos 2026 Berupa Bantuan Pangan Akan Cair untuk 33,2 Juta Keluarga, Ini Jadwal Penyalurannya

Hany Akasah • Rabu, 4 Februari 2026 | 14:10 WIB
Program sembako bansos 2026 kembali disalurkan pemerintah kepada masyarakat.
Program sembako bansos 2026 kembali disalurkan pemerintah kepada masyarakat.

Program sembako bansos 2026 kembali disalurkan pemerintah kepada masyarakat. Melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas), bantuan pangan berupa beras dan MinyaKita akan diberikan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Penyaluran sembako bansos 2026 ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan hingga Lebaran.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa program bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) yang digelar pada 29 Januari 2026.

“Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Bapanas melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter MinyaKita selama dua bulan kepada 33,2 juta KPM,” ujar Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (3/2).

Menurut Amran, jumlah penerima bantuan pada tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya hanya menyasar 18,2 juta KPM, kini cakupannya diperluas hingga 81,9 persen dan menjangkau masyarakat desil I hingga IV, sama seperti penerima BLTS Kesra.

Setiap keluarga penerima manfaat nantinya akan mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan yang disalurkan langsung oleh Perum Bulog.

Dari sisi kuantitas, Perum Bulog akan menyalurkan sekitar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng untuk periode Februari dan Maret 2026. Pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 11,92 triliun demi kelancaran program ini.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan kesiapan pihaknya dalam mendukung penyaluran bantuan pangan tersebut.

“Bulan Februari dan Maret akan dilaksanakan penyaluran bantuan kepada lebih kurang 30 juta penerima manfaat. Kami sudah siap untuk segera menyalurkan tahap pertama tahun 2026,” ujarnya.

Amran menambahkan bahwa bantuan pangan ini tidak hanya berfungsi sebagai distribusi logistik, tetapi juga sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, Ramadan dan Idul Fitri selalu menjadi periode dengan lonjakan permintaan pangan.

“Kami berharap melalui stimulus ini, daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi pangan semakin stabil,” tegasnya.

Selain membantu masyarakat, program ini juga diharapkan memberikan kepastian bagi petani dan pelaku usaha pangan. Penyaluran beras dan minyak goreng dalam jumlah besar diyakini mampu menjaga rantai pasok nasional tetap stabil.

Pemerintah menegaskan bahwa Bulog tidak hanya bertugas sebagai distributor, tetapi juga sebagai stabilisator harga di pasar.

Dengan penyaluran sembako bansos 2026 yang tepat sasaran dan terjadwal, pemerintah berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga serta masyarakat bisa merasakan manfaat nyata menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Editor : Hany Akasah
#bantuan sembako 2026 #bansos 2026 #bantuan pangan