Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Cara Cerdas Manfaatkan Lahan Sempit, Ubah Lantai Atas Rumah Jadi Bisnis Hidroponik Produktif

Hany Akasah • Minggu, 1 Februari 2026 | 14:17 WIB
PELUANG: Memanfaatkan lahan terbengkalai di rumah agar kembali produktif dengan menjadikannya kebun hidroponik.
PELUANG: Memanfaatkan lahan terbengkalai di rumah agar kembali produktif dengan menjadikannya kebun hidroponik.

RADAR SURABAYA BISNIS – Tren pertanian perkotaan (urban farming) kini bukan sekadar hobi, melainkan telah bertransformasi menjadi peluang bisnis sampingan yang menjanjikan bagi masyarakat urban. 

Dengan memanfaatkan area lantai atas rumah yang tidak terpakai, warga dapat meraup keuntungan finansial tanpa perlu menyewa lahan luas.

Pemanfaatan lahan sempit untuk budidaya sayuran hidroponik menjadi solusi bagi mereka yang ingin produktif di tengah keterbatasan ruang. 

Salah satu contoh sukses adalah Ardan Gizanul Muniri, seorang pemuda asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Ardan memulai inisiatif ini pada tahun 2020, didorong oleh keinginan mencari penghasilan tambahan di tengah pandemi Covid-19. Karena tidak memiliki lahan tanah yang luas, ia memanfaatkan bagian atas rumahnya yang sudah lama terbengkalai untuk dijadikan lahan produktif.

Dalam perjalanannya, bisnis ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan melalui efisiensi media tanam.

Awalnya ia menggunakan media bak sederhana, kini telah berkembang menggunakan sistem pipa untuk menampung lebih banyak tanaman.

Saat ini, instalasi hidroponik miliknya telah mencapai 500 lubang tanam dengan fokus pada jenis sayuran yang memiliki permintaan tinggi, yaitu selada dan pakcoy yang menjangkau konsumen rumah tangga hingga restoran kecil.

Menurut Ardan, keunggulan utama dari model bisnis ini adalah efisiensi biaya operasional, terutama pada biaya sewa tempat yang tidak perlu merogoh kocek lahi. 

"Setelah lumayan paham, akhirnya nambah lagi instalasi yang di sana dengan titik yang enggak jauh beda memanfaatkan lahan yang ada di rumah. Jadi enggak sampai sewa atau nyari lahan kosong, karena ini lebih ke sampingan," ujar Ardan.

Dari hasil ketekunannya mengelola kebun di lantai atas rumah tersebut, Ardan mampu memperoleh omzet hingga Rp4 juta per bulan. 

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa lahan sempit di area perumahan dapat menjadi aset ekonomi yang produktif jika dikelola dengan sistem hidroponik yang tepat.

Editor : Hany Akasah
#urban farming #hidroponik #Hidroponik Rumahan #bisnis hidroponik #cuan