Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

BI Sebut Pada Pekan Terakhir Januari 2026, Modal Asing Keluar Bersih dari Indonesia Capai Rp 12,55 Triliun

Nofilawati Anisa • Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:02 WIB
Ramdan Denny Prakoso
Ramdan Denny Prakoso

RADAR SURABAYA BISNIS - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan Indonesia sebesar Rp 12,55 triliun pada pekan terakhir bulan Januari, yakni periode transaksi 26-29 Januari 2026.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso merinci jumlah tersebut terdiri dari modal asing keluar bersih di pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN) masing-masing sebesar Rp 12,40 triliun dan Rp 2,77 triliun.

Namun, terdapat modal asing masuk bersih di pasar Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 2,61 triliun.

“Dengan demikian, pasar keuangan domestik membukukan aliran modal asing keluar bersih sebesar Rp 12,55 triliun,” kata Denny dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (31/1/2026).

Adapun sejak awal tahun hingga 29 Januari 2026, modal asing masuk bersih di pasar saham dan SRBI masing-masing sebesar Rp 4,84 triliun dan Rp 6,18 triliun.

Sedangkan modal asing keluar bersih di pasar SBN sebesar Rp 100 miliar.

Premi risiko investasi (credit default swaps/CDS) Indonesia 5 tahun tercatat meningkat dari 73,05 basis poin (bps) per 23 Januari 2026 menjadi 75,31 bps per 29 Januari 2026.

Nilai tukar rupiah dibuka melemah di level Rp 16.770 per dolar Amerika Serikat (USD) pada Jumat (30/1/2026), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Kamis (29/1/2026) yang berada di level Rp16.745 per USD.

Adapun indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah ke level 96,28 pada akhir perdagangan Kamis (29/1/2026).

DXY merupakan indeks yang menunjukkan pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang negara utama lainnya yakni euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.

Imbal hasil atau yield SBN 10 tahun tercatat naik tipis menjadi berada di level 6,36 persen pada Jumat (30/1/2026), dibandingkan Kamis (29/1/2026) di level 6,35 persen.

Sementara imbal hasil US Treasury Note 10 tahun turun ke level 4,231 persen pada akhir perdagangan Kamis (29/1/2026).

Denny menambahkan, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#sekuritas rupiah bank Indonesia #modal asing keluar #Januari 2026 #bank indonesia #Modal Asing Masuk #minggu keempat #ramdan denny prakoso