RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmen pemerintah untuk memperketat pengendalian harga komoditas pangan.
Langkah ini diambil sebagai strategi utama menjaga stabilitas inflasi nasional dan melindungi daya beli masyarakat di awal tahun 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year-on-year) pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen. Angka ini menunjukkan tren peningkatan tipis dibandingkan inflasi November 2025 yang berada di level 2,72 persen.
Meski mengalami kenaikan, Mendagri menyatakan bahwa angka inflasi saat ini masih berada di bawah ambang batas maksimal yang ditetapkan pemerintah, yakni 3,5 persen.
Namun, kenaikan tren ini menuntut kewaspadaan ekstra dari pemerintah pusat maupun daerah.
"Artinya tren naik. Nah, ini kita harus hati-hati," ujar Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Mendagri menjelaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan intervensi pada komoditas yang paling berdampak langsung terhadap masyarakat kecil. Sektor makanan dan minuman menempati urutan pertama dalam skala prioritas pengendalian.
Beberapa poin utama yang menjadi sorotan pemerintah antara lain prioritas pangan, dampak sosial, dan faktor global.
Pengendalian harga beras, minyak goreng, telur, daging, dan ikan sebagai langkah untuk melindungi masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja harian yang paling rentan terhadap gejolak harga kebutuhan pokok, dan mengantisipasi dampak kenaikan harga emas perhiasan yang kini mendekati angka Rp 3 juta per gram akibat dinamika pasar global.
"Karena emas perhiasan kita tidak bisa bendung, inilah harga dunia. Maka kita harus bermain di faktor yang lain, yaitu angka nomor 1 sampai nomor 10. Terutama makanan, itu nomor 1," tambah Mendagri.
Keberhasilan menjaga inflasi di bawah 3 persen sejauh ini diklaim sebagai hasil dari koordinasi rutin yang dilakukan setiap minggu antara kementerian dan pemerintah daerah.
Selain sektor pangan, pemerintah juga terus memantau komponen inflasi lainnya seperti sektor transportasi dan perawatan pribadi yang sempat mengalami lonjakan permintaan selama momentum Natal dan Tahun Baru.
Dengan langkah preventif ini, diharapkan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah fluktuasi harga komoditas global yang tidak menentu.
Editor : Hany Akasah