RADAR SURABAYA BISNIS - Kinerja pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai(DJBC) sedang menghadapi tekanan publik karena penerimaan negara tidak mencapai target pada tahun 2025.
Oleh karena itu, Kementerian Keuangan(Kemenkeu) siap merombak jajaran pegawai di instansi tersebut.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, jajaran pegawai bea cukai akan dirotasi.
Dalam hal ini jajaran pegawai seluruh eselon hingga level Kepala Kantor Wilayah(Kanwil) akan dirotasi.
Pergeseran posisi juga akan dilakukan untuk pegawai DJBC yang dinilai tidak bekerja secara optimal.
Tidak hanya itu pegawai yang dianggap melakukan pelanggaran berat juga akan dirumahkan.
“Saya akan kasih kejutan ke DJBC agak drastis. Mungkin beberapa hari lagi saya ganti semua pejabatnya. Termasuk Kepala Pelabuhan Kanwil yang mengawasi pelabuhan, saya ganti semua dan sebagian saya rumahkan,” ucap Purbaya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Besok, Rabu (28/1/2026), Purbaya mengaku akan mulai melakukan operasi bersih-bersih dengan merumahkan para pejabat itu.
"Ini serius nih, besok (hari ini, Red) diobrak-abrik tuh salah satu. Itu harusnya akan memperbaiki cara kerja pajak dan bea cukai, dan harusnya yang bocor-bocor itu enggak akan terjadi lagi," tegasnya.
Purbaya mengatakan, dalam operasi bersih-bersih itu, setidaknya akan ada beberapa pejabat bea cukai di lima pelabuhan yang akan dirumahkan, alias dicopot dari jabatannya.
Posisi pejabat yang dirumahkan itu ia pastikan akan digantikan oleh pegawai lain yang lebih muda, sehingga tidak akan mengambil pejabat dari eksternal Ditjen Bea Cukai.
"Ada yang lebih muda naik, ada yang saya tukar. Tapi dari luar kan bisanya sih enggak tahu dia operasional bea cukai, malah akan jadi lebih lama. Tapi yang jelas nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan saja untuk message bahwa kita serius tahun ini. Jadi pejabat di lima pelabuhan besar kita ganti semuanya," papar Purbaya.
Mengutip data Kemenkeu, realisasi kepabeanan dan cukai sebesar Rp 300,3 triliun per 31 Desember 2025.
Angka ini tumbuh tipis 0,02 persen dari periode yang sama tahun 2024.
Realisasi ini baru 99,6 persen dari target penerimaan kepabeanan dan cukai tahun 2025 yang sebesar Rp 301,6 triliun.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sudah menginstruksikan agar Kemenkeu melakukan perbaikan terhadap kinerja DJBC.
Lantaran penerimaan negara tidak bisa terkumpul secara maksimal karena maraknya praktik selisih harga (underinvoicing).
Melihat hal itu, Purbaya sudah menginstruksikan jajaran DJBC untuk menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam memeriksa laju distribusi masuknya barang.
“Untuk message bahwa kita serius tahun ini. Jadi pejabat di 5 pelabuhan besar kita ganti semuanya,” tutur Purbaya.
Purbaya mengatakan bila kinerja DJBC masih berjalan tidak optimal maka pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk membubarkan DJBC di akhir tahun 2026.
Oleh karena itu, seluruh pegawai DJBC terus melakukan perbaikan.
“Kalau nggak beres pasti saya yang disikat duluan. Tapi sebelum saya disikat, saya sikat aja Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai duluan. Namun, kami sudah berkomitmen untuk memperbaiki kinerja pajak serta Bea Cukai agar lebih baik di tahun 2026,” tegas dia. (nis/nbc/opi)
Editor : Nofilawati Anisa