Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Realisasi KUR 2025 Capai Rp270 T, Debitur Baru Melejit, Sektor Produksi Ini Mendominasi

Hany Akasah • Minggu, 25 Januari 2026 | 15:00 WIB

ANDALAN: Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi pilihan banyak UMKM di Indonesia untuk mendapatkan pembiayaan sebagai modal kelangsungan usaha mereka.
ANDALAN: Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi pilihan banyak UMKM di Indonesia untuk mendapatkan pembiayaan sebagai modal kelangsungan usaha mereka.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melaporkan capaian positif penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang tahun 2025. 

Total realisasi penyaluran tercatat mencapai Rp270 triliun, atau setara dengan 96 persen dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp280 triliun.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengungkapkan bahwa tahun 2025 menjadi tonggak sejarah baru bagi program KUR. Untuk pertama kalinya, alokasi dana ke sektor produksi berhasil melampaui target dengan angka mencapai 60,7 persen atau setara Rp163 triliun.

"Ini adalah sejarah bagi program KUR karena alokasi ke sektor produksi melampaui target 60 persen yang telah ditetapkan," ujar Maman dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Tak hanya dari sisi nominal, jangkauan program ini juga menunjukkan performa impresif. KUR 2025 tercatat berhasil menjangkau 4,58 juta debitur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2,7 juta merupakan debitur baru.

Angka ini menandakan bahwa upaya pemerintah dalam melakukan perluasan akses pembiayaan membuahkan hasil, dengan capaian debitur baru menyentuh 117 persen dari target.

Selain itu, tingkat kelulusan atau debitur graduasi (naik kelas) juga mencatatkan realisasi luar biasa sebesar 131 persen.

Program KUR terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan. Berdasarkan riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), setiap debitur KUR rata-rata mampu menyerap 2 hingga 3 tenaga kerja.

Dengan total debitur yang ada, potensi penyerapan tenaga kerja dari program ini diperkirakan mencapai 7,7 juta hingga 11,6 juta orang. 

Kendati demikian, Menteri Maman memberikan catatan evaluasi terkait status para pekerja tersebut.

"Mayoritas tenaga kerja yang terserap masih berada di sektor informal. Ke depan, kami akan merumuskan strategi agar pekerja hasil program KUR dapat masuk ke sektor formal guna mendapatkan jaminan dan perlindungan yang lebih baik," tambahnya.

Selain aspek pembiayaan, pemerintah juga fokus pada penguatan daya saing UMKM melalui legalitas dan sertifikasi. Sepanjang tahun 2025, tercatat beberapa pencapaian signifikan.

Sepanjang tahun 2025, tercatat beberapa pencapaian signifikan.Terdapat 3 juta penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), 2,8 juta sertifikasi halal diterbitkan oleh BPJPH dan lebih dari 1 juta sertifikasi SNI Bina UMK dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Meskipun kewenangan sertifikasi tersebut berada di bawah lembaga terkait (BKPM, BPJPH, dan BSN), Kementerian UMKM menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh agar jumlah UMKM yang tersertifikasi terus meningkat demi menembus pasar yang lebih luas.

Editor : Hany Akasah
#kredit usaha rakyat #realisasi KUR #KUR 2025 #Kementrian UMKM #maman abdurrahman