Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kredit Investasi Tumbuh Atraktif di Bulan Desember 2025

Nofilawati Anisa • Kamis, 22 Januari 2026 | 21:33 WIB

 

BATIK CAP: Kredit investasi seperti yang diserap sektor UMKM batik tumbuh atraktif hingga 21,06 persen di Desember 2025.
BATIK CAP: Kredit investasi seperti yang diserap sektor UMKM batik tumbuh atraktif hingga 21,06 persen di Desember 2025.

RADAR SURABAYA BISNIS - Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan kredit perbankan melonjak menjadi 9,69 persen pada Desember 2025.

Angka pertumbuhan itu melesat jauh dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang di kisaran 7,74 persen.

Lonjakan pertumbuhan itu memberi sinyal optimisme terhadap prospek kredit dan pemulihan ekonomi pada tahun ini, meskipun para bankir masih menanggapinya secara hati-hati.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan kredit pada Desember 2025 berada di kisaran target kredit 2025 yang ditetapkan otoritas moneter. Yakni di kisaran 8-11 persen year on year (YoY).

“Kredit perbankan tumbuh sebesar 9,69 persen YoY, berada dalam kisaran perkiraan Bank Indonesia sebesar 8-11 persen, ” kata Perry dikutip, Kamis (22/1/2026).

Berdasarkan kelompok penggunaan, Perry mengungkapkan, pertumbuhan kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi pada 2025 masing-masing sebesar 21,06 persen, 4,52 persen, dan 6,58 persen.

“Capaian itu sejalan dengan upaya BI untuk menurunkan suku bunga dan memperkuat kebijakan likuiditas makroprudensial serta realisasi program prioritas pemerintah di tengah kondisi makro dan keuangan yang terjaga,” ungkapnya.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (21/1/2026), bank sentral belum berencana untuk memperlonggar ruang moneter dan tetap mempertahankan suku bunga di angka 4,75 persen.

Dari sisi permintaan, Perry menyebut bahwa pelaku usaha terus didorong untuk melakukan ekspansi usaha dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan).

Di sisi lain, kendati melaporkan suku bunga kredit perbankan mulai menurun, otoritas moneter memandang perlu adanya langkah-langkah lebih lanjut untuk menurunkan suku bunga perbankan.

Perry menyampaikan transmisi suku bunga kebijakan terhadap suku bunga perbankan terus berlanjut, baik pada suku bunga dana maupun suku bunga kredit.

“Transmisi suku bunga kebijakan terhadap suku bunga perbankan terus berlanjut,” kata Perry.

Perry mengungkapkan, suku bunga deposito satu bulan turun sebesar 56 basis poin (bps) dari 4,81 persen pada awal 2025 menjadi 4,25 persen pada Desember 2025.

Meski ruang penurunan suku bunga deposito lebih lanjut terbuka dengan penurunan pemberian special rate kepada deposan besar.

Seiring menurunnya suku bunga dana, Perry menyebut bahwa suku bunga kredit perbankan mulai menurun.

Suku bunga kredit perbankan pada Desember 2025 tercatat sebesar 8,81 persen, turun 39 bps dari 9,2 persen pada awal 2025.

Perry menilai, upaya penurunan suku bunga dana dan kredit perbankan masih perlu terus ditingkatkan ke depannya.

Dengan begitu, kredit perbankan dapat tumbuh lebih tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#gubernur bi #desember 2025 #bank indonesia #kredit investasi #Atraktif #kredit perbankan #perry warjiyo #realisasi