RADAR SURABAYA BISNIS - Prospek penggalangan dana melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) diperkirakan semakin marak pada 2026.
Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan sejumlah perusahaan berskala besar, termasuk perusahaan konglomerasi, tengah bersiap melantai di pasar modal.
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengungkapkan, terdapat minimal satu perusahaan konglomerasi yang telah menyatakan kesiapan melakukan IPO pada tahun ini. “Setahu saya minimal satu (IPO konglomerasi),” ujar Iman di Gedung BEI, Jakarta dikutip, Selasa (20/12026).
Hingga 15 Januari 2026, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline IPO BEI.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, lima di antaranya merupakan perusahaan dengan aset di atas Rp 250 miliar.
Sementara itu, masing-masing satu perusahaan berada pada kategori aset menengah (Rp 50 miliar – Rp 250 miliar) dan aset kecil di bawah Rp 50 miliar.
Dari sisi sektor usaha, dua perusahaan berasal dari sektor keuangan, satu dari barang baku, satu dari energi, satu dari industri, satu dari transportasi dan logistik, serta satu dari teknologi.
Komposisi tersebut mencerminkan diversifikasi yang kuat dan minat emiten dari berbagai industri untuk memanfaatkan momentum positif pasar modal.
BEI menargetkan 50 perusahaan dapat melangsungkan IPO sepanjang 2026, termasuk enam perusahaan berkapitalisasi besar atau lighthouse company.
Target tersebut meningkat signifikan dibanding 2025, dimana sebanyak 26 perusahaan mencatatkan saham perdana dengan total dana dihimpun Rp 18,11 triliun.
Dengan capaian tersebut, jumlah perusahaan tercatat di BEI kini mencapai 969 perusahaan.
Selain itu, BEI juga menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp 14,5 triliun dan penambahan dua juta investor baru pada 2026. (est/opi)
Editor : Nofilawati Anisa