RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah menargetkan penanaman bawang putih seluas sekitar 100.000 hektare sebagai langkah menuju swasembada.
Target tersebut masuk dalam agenda swasembada nasional dan telah mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan bawang putih menjadi salah satu komoditas yang ditargetkan untuk swasembada ke depan.
“Ya ada (target swasembada). Pak Presiden sudah menargetkan bahwa bawang putih juga salah satu komoditas yang memang ditargetkan untuk swasembada ke depan,” ujar Sudaryono di kantor Kementerian Pertanian, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, kebutuhan lahan untuk mencapai swasembada bawang putih relatif tidak terlalu besar dibandingkan komoditas pangan lainnya.
Dengan penanaman di sekitar 100.000 hektare, kebutuhan nasional dinilai sudah dapat terpenuhi.
“Sebenarnya kebutuhannya tidak besar. Kalau kita tanam bawang putih di 100.000 hektare, itu sudah cukup untuk swasembada,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini memasuki tahap awal berupa penyediaan dan penguatan pembibitan.
Menurut Sudaryono, ketersediaan benih menjadi kunci utama agar program penanaman dapat berjalan berkelanjutan.
Salah satu lokasi yang disiapkan sebagai pusat pembibitan adalah Horti Center di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, yang difokuskan sebagai sentra pengembangan benih bawang putih.
“Sekarang fasenya adalah pembibitan. Untuk bisa swasembada, orang harus menanam dan untuk menanam itu butuh bibit. Maka bibitnya harus kita siapkan dari sekarang,” jelasnya.
Sudaryono menegaskan, swasembada bawang putih masuk dalam roadmap swasembada nasional hingga 2029 bersama sejumlah komoditas lain, seperti kedelai dan susu.
Namun, ia mengakui tantangan utama swasembada bawang putih terletak pada konsistensi penanaman serta kesiapan lahan yang sesuai.
Bawang putih membutuhkan wilayah dengan ketinggian tertentu dan benih berkualitas agar produktivitas optimal.
“Tantangannya ya harus ditanam. Jangan hanya jadi mantra swasembada. Harus ada pembibitan, lahannya disiapkan, dan benihnya harus bagus,” pungkasnya. (ara/opi)
Editor : Nofilawati Anisa