Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Utang Pinjol Warga Indonesia Tembus Rp 94 Triliun, Berapa Kredit Macetnya?

Nofilawati Anisa • Jumat, 9 Januari 2026 | 15:50 WIB
Agusman
Agusman

RADAR SURABAYA BISNIS - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan dari industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) mencapai Rp 94,85 triliun per November 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Lainnya (PMVL) OJK, Agusman mengatakan nilai ini tumbuh 25,45 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Laju pertumbuhan ini juga meningkat dari Oktober 2025 yang tercatat 23,86 persen.

"Sementara itu, pada industri atau pindar (pinjaman daring), outstanding pembiayaan di November 2025 tumbuh 25,45 persen yoy dengan nominal Rp 94,85 triliun," imbuhnya dalam konferensi pers RDK OJK, Jumat (9/1/2026).

Pada saat bersamaan, tingkat risiko kredit macet di sektor pinjol secara agregat atau wanprestasi 90 hari (TWP90) berada di posisi 4,33 persen per November 2025, naik dari bulan sebelumnya di posisi 2,7 persen.

Di sisi lain, utang pembiayaan dari perusahaan pembiayaan tercatat tumbuh 1,09 persen yoy per November 2025 menjadi Rp 506,8 triliun.

Pertumbuhan ini sedikit lebih rendah dibanding Oktober yang mencatatkan pertumbuhan 0,68 persen dengan total pembiayaan sebesar Rp 503,3 triliun.

"Didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 8,99 persen yoy," ujar Agusman.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (nonperforming financing/NPF) gross turun menjadi 2,44 persen pada November 2025 dari sebelumnya 2,47 persen.

Sedangkan NPF net naik jadi 0,85 persen dari 0,83 persen di bulan sebelumnya.

“Sementara gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,13 kali, masih jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan, yakni 10 kali,” ungkapnya.

Di bulan sebelumnya, penyaluran pembiayaan oleh pinjol tercatat Rp 92,9 triliun.

Penyaluran pindar terus meningkat tiap tahun. Menurut data terakhir yang disajikan OJK, total penyaluran pinjaman pada Desember 2023, baru mencapai Rp 59,6 triliun.

Pada Desember 2024 tercatat meningkat jadi Rp 77,02 triliun.

Sementara itu, kinerja perusahaan modal ventura mencatat pembiayaan tercatat mencapai Rp 27,12 triliun pada November 2025, naik Rp 25,92 triliun pada November 2024.

Total aset perusahaan modal ventura tercatat sebesar Rp 27,29 triliun per November 2025, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 25,92 triliun. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#ojk #pinjol #kredit macet #Agusman #Pindar #pinjaman online #peer to peer lending #pinjaman daring