RADAR SURABAYA BISNIS - Bank Indonesia (BI) melaporkan perkembangan cadangan devisa untuk posisi Desember sebagai penutup kinerja di tahun 2025.
BI menyebutkan bahwa cadangan devisa Indonesia mengalami kenaikan cukup signifikan.
Posisi cadangan devisa per Desember 2025 sebesar USD 156,5 miliar.
Capaian itu melonjak UD 6,4 miliar bila dibandingkan posisi bulan sebelumnya (November 2025) yang sebesar USD 150,1 miliar.
Cadangan devisa tersebut menjadi yang tertinggi dalam sembilan bulan terakhir.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan, kenaikan posisi cadangan devisa tersebut terutama bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman pemerintah.
“Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," jelas Denny dalam keterangan resminya, Kamis (8/1/2026).
Ke depan, lanjut Denny, ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai.
Serta aliran masuk modal asing yang diprakirakan terus berlanjut sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," pungkasnya. (opi)
Editor : Nofilawati Anisa