Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Hari Ini Bergerak Stagnan di Level Rp 16.780 per USD, Pengamat Prediksi Rupiah Akan Kembali Melemah

Nofilawati Anisa • Kamis, 8 Januari 2026 | 09:38 WIB
HITUNG: Seorang karyawan money changer meneliti setiap lembaran rupiah yang akan ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat.
HITUNG: Seorang karyawan money changer meneliti setiap lembaran rupiah yang akan ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat.

RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (8/1/2026), bergerak stagnan 0 poin atau sama seperti penutupan hari sebelumnya yakni Rp 16.780 per dolar Amerika Serikat (USD).

Sementara itu, pengamat ekonomi, mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah terhadap USD akan kembali melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (8/1/2026).

Pasar dinilai masih akan mencermati perkembangan dampak dari serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela sehingga membayangi nilai tukar rupiah terhadap USD.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.780- Rp 16.810," kata Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Pun pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu (7/1/2026), rupiah juga masih ditutup melemah di level 16.780 terhadap USD.

Ibrahim menuturkan, faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah di antaranya, pertentangan pendapat terkait suku bunga dana Federal Reserve (the Fed).

Gubernur Fed Stephen Miran, aktivitas bisnis AS tetap solid, tetapi hal itu membenarkan perlunya suku bunga yang lebih rendah.

Bertentangan dengan pendapatnya, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin menyatakan suku bunga dana Fed berada dalam level netral, yang tidak merangsang maupun menghambat aktivitas ekonomi.

Ia menuturkan, kontrak berjangka dana Fed masih memperkirakan sekitar 82 persen kemungkinan suku bunga akan tetap stabil pada pertemuan bank sentral AS berikutnya pada 27 hingga 28 Januari 2026.

Kendati demikian, ketegangan geopolitik yang terus-menerus dan ekspektasi berkelanjutan akan dua kali pemotongan suku bunga Fed tahun ini terus mendukung kenaikan harga emas secara lebih luas, menjaga harga tetap berada di sekitar rekor tertinggi.

"Investor akan mengamati dengan cermat data penggajian non-pertanian untuk bulan Desember, yang akan dirilis Jumat, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang suku bunga. Kekuatan pasar tenaga kerja merupakan pertimbangan utama bagi Federal Reserve dalam mengubah suku bunga," jelas Ibrahim. (ara/uta/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#rupiah melemah #ketegangan #the fed #Kamis #bergerak fluktuatif #venezuela #8 Januari 2026 #Proyeksi #hari ini #nilai tukar rupiah #ibrahim assuaibi