Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Perputaran Uang Nataru Diprediksi Capai Rp 107 Triliun

Nofilawati Anisa • Minggu, 14 Desember 2025 | 23:22 WIB
Sarman Simanjorang
Sarman Simanjorang

RADAR SURABAYA BISNIS - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksikan, perputaran uang selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mencapai Rp 107,56 triliun.

Proyeksi ini didasarkan pada hasil Survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menyebutkan, jumlah pemudik libur Nataru 2025/2026 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang atau setara 42,01 persen jumlah penduduk Indonesia.

“Dasar perhitungannya adalah, jumlah 119,5 juta pemudik tersebut setara dengan 29.875.000 keluarga dengan asumsi rata-rata per keluarga empat orang. Jika per keluarga membawa bekal uang rata rata Rp 3,6 juta, maka potensi perputaran uang menembus Rp 107,56 triliun,” ujar Wakil Ketua Umum (Waketum) Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang dilansir dari laman Investor, Minggu (14/12).

Sarman menjelaskan, angka realisasi perputaran uang tersebut masih berpotensi lebih besar dari dari proyeksi.

Mengingat Kadin mengambil angka moderat dalam menetapkan perkiraan bekal per keluarga tahun ini yakni naik 10 persen dari tahun 2024/2025. ”Tahun lalu rata rata Rp 3,3 juta per keluarga,” sambungnya.

Kemenhub melalui Badan Kebijakan Transportasi bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Komunikasi dan Digital, serta akademisi, telah melakukan survei potensi pergerakan orang pada masa Nataru 2025/2026.

Hasilnya, terdapat tren peningkatan potensi pergerakan masyarakat secara nasional yaitu 2,71 persen, dari 39,30 persen pada tahun lalu menjadi 42,01 persen. Artinya, sekitar 119,5 juta orang akan melakukan pergerakan selama Nataru.

Menurut Sarman, jumlah pemudik atau pergerakan orang tersebut di luar perkiraan Kadin.

Mengingat dalam dua bulan ke depan telah memasuki bulan Ramadan. Sehingga, masyarakat sudah mempersiapkan diri untuk mudik Idulfitri 2026.

“Semula kami menduga, waktu yang berdekatan ini membuat masyarakat berpotensi tidak melakukan perjalanan mudik liburan Nataru tahun ini. Ternyata di luar dugaan kami,” urainya.

Sarman melihat, antusias masyarakat melakukan mudik libur Nataru kali ini dipicu oleh stimulus yang diberikan pemerintah sebagai upaya terpadu untuk mereduksi beban biaya perjalanan masyarakat yang biasanya meningkat tajam menjelang akhir tahun.

“Stimulus tersebut menjadi daya tarik, seperti diskon tarif 10-20 persen ruas jalan tol di Jabodetabek, Trans Jawa, non-Jawa maupun Tol Trans Sumatra,” papar dia.

Kemudian, lanjut Sarman, diskon seluruh moda transportasi darat, laut dan udara.

PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) memberikan diskon sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi, sedangkan PT Pelni (Persero) menyediakan potongan sekitar 20 persen untuk harga tiket kapal laut, PT ASDP (Persero) memberikan keringanan tarif jasa kepelabuhanan rata-rata potongan sekitar 19 persen pada lintasan-lintasan prioritas.

“Sedangkan untuk angkutan udara, pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) dan berbagai maskapai penerbangan menerapkan penurunan tarif angkutan udara rata-rata 13 – 14 persen, khusus untuk tiket kelas ekonomi,” kata Sarman yang juga ketua bidang hubungan antarlembaga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu.

Sarman berpandangan, pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2025 akan menentukan apakah target pertumbuhan ekonomi 2025 dari pemerintah sebesar 5,2 persen bisa tercapai atau tidak.

Sampai dengan kuartal III/2025, pertumbuhan ekonomi nasional masih di kisaran 5,01 persen.

“Artinya pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2025 diharapkan minimal 5 persen atau lebih sehingga pertumbuhan ekonomi nasional 2025 aman di kisaran 5 persen. Salah satu momentum yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kuartal IV ini adalah libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026,” ujar Sarman. (inv/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#pergerakan #perputaran uang #libur #pemudik #sarman simanjorang #nataru #kemenhub #kadin indonesia #jumlah penduduk