RADAR SURABAYA BISNIS - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mengalokasikan uang tunai secara net sebesar Rp 25 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi tunai masyarakat jelang momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Alokasi ini meningkat 5,8 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista mengatakan, peningkatan alokasi ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk memastikan seluruh jaringan perbankan siap melayani masyarakat selama periode puncak transaksi akhir tahun.
“Kami memperkirakan transaksi nasabah pada periode Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2026 akan mengalami peningkatan. Karena itu, kami memperkuat sinergi antara jaringan cabang dan layanan digital untuk menjaga ketersediaan uang tunai serta menghadirkan layanan transaksi yang lancar dan aman,” kata Adhika dalam keterangannya, Selasa (9/12).
Dari total uang tunai yang disiapkan, sebagian akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian sekitar 12.958 Bank Mandiri ATM/CRM yang mencapai sekitar Rp 2 triliun.
Adapun, Bank Mandiri memperkirakan puncak kebutuhan pengisian uang tunai ATM akan terjadi satu hari sebelum Hari Raya Natal dan satu hari sebelum Tahun Baru 2026.
Untuk itu, perseroan telah menyiapkan langkah antisipatif terhadap lonjakan transaksi di jaringan ATM dan EDC.
Saat ini, Bank Mandiri mengoperasikan 12.958 unit ATM/CRM yang terhubung ke jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima, dan Visa/Plus di seluruh Indonesia, dan 290 CSM.
Perseroan juga memproyeksikan transaksi pada mesin EDC termasuk transaksi QRIS meningkat seiring pembagian THR dan peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Natal.
“Untuk itu, kami telah menyiapkan lebih dari 307.000 jaringan EDC guna mendukung transaksi non-tunai,” ujar Adhika.
Selain menyiapkan uang tunai, Bank Mandiri juga menggelontorkan uang elektronik e-money sebanyak 956.250 kartu ke seluruh Indonesia.
Perseroan turut memastikan kesiapan penuh ekosistem digital banking seperti Super App Livin’ by Mandiri, Kopra by Mandiri, SMS Banking, dan Call Center 14000 agar nasabah dapat melakukan transaksi keuangan dengan mudah kapan pun dan di mana pun.
“Kami mengimbau nasabah untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi dalam melakukan transaksi digital banking,” pungkasnya. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa