Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Modal Asing Rp 14 Triliun Masuk ke RI, SRBI Jadi Primadona

Nofilawati Anisa • Minggu, 7 Desember 2025 | 22:57 WIB
ILUSTRASI: Bank Indonesia (BI) mencatat pada 1 hingga 4 Desember modal asing senilai Rp 14 triliun masuk dalam pasar keuangan domestik.
ILUSTRASI: Bank Indonesia (BI) mencatat pada 1 hingga 4 Desember modal asing senilai Rp 14 triliun masuk dalam pasar keuangan domestik.

RADAR SURABAYA BISNIS – Bank Indonesia (BI) mencatat modal asing senilai Rp 14 triliun masuk dalam pasar keuangan domestik pada 1-4 Desember 2025.

Dari transaksi tersebut mayoritas modal asing masuk melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia(SRBI).

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan modal asing yang masuk melalui SRBI senilai Rp 10,92 triliun.

Lalu modal asing masuk melalui pasar saham senilai Rp 2,11 triliun dan surat berharga negara (SBN) senilai Rp 1,06 triliun.

“Berdasarkan data transaksi 1 – 4 Desember 2025, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp 14,08 triliun, terdiri dari beli neto sebesar Rp 2,11 triliun di pasar saham, Rp 1,06 triliun di pasar SBN, dan Rp 10,92 triliun di SRBI,” ucap Ramdan, Minggu (7/12).

Secara kumulatif dari 1 Januari sampai 4 Desember tercatat nonresiden jual neto sebesar Rp 27,93 triliun di pasar saham, Rp 2,79 triliun di pasar SBN, dan Rp 122,14 triliun di SRBI.

Level imbal hasil (yield) SBN Indonesia dengan tenor 10 tahun turun menjadi 6,18 persen dan yield surat utang Amerika Serikat atau US Treasury Note tenor 10 tahun naik menjadi 4,09 persen pada Kamis (4/12).

Nilai premi risiko investasi (credit default swap) Indonesia lima tahun turun menjadi 71,18 basis poin pada Kamis(4/12) dibandingkan posisi pada Jumat (28/11) yang sebesar 72,45 basis poin.

Sementara itu, data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI menunjukkan posisi nilai tukar rupiah adalah Rp 16.655, per dolar Amerika Serikat (USD) pada Jumat (5/12).

“BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” tutur Ramdan.

Adapun indeks USD (DXY) tercatat melemah ke level 98,99 pada akhir perdagangan Kamis (4/12).

DXY merupakan indeks yang menunjukkan pergerakan USD terhadap enam mata uang negara utama lainnya yakni euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.

Sementara itu Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan data perdagangan saham di BEI selama periode 1-5 Desember 2015 ditutup mayoritas pada zona positif.

Peningkatan tertinggi tercatat pada rata-rata frekuensi transaksi harian yaitu sebesar 2,13 persen menjadi 2,66 juta kali transaksi, dari 2,61 juta kali transaksi pada pekan lalu. (inv/opi)

Kinerja Pasar Keuangan Domestik
(1-4 Desember 2025)

*Modal asing masuk Rp 14 triliun
*Mayoritas dalam bentuk SRBI

*Rincian:
1.SRBI Rp 10,92 triliun
2.Pasar saham Rp 2,11 triliun
3.SBN Rp 1,06 triliun.
*Nonresiden tercatat beli neto Rp 14,08 triliun
*Rincian:
1. Pasar saham Rp 2,11 triliun
2. SBN Rp 1,06 triliun
3. SRBI Rp 10,92 triliun

*Secara kumulatif 1 Januari sampai 4 Desember:
1. Pasar saham Rp 27,93 triliun
2. SBN Rp 2,79 triliun
3. SRBI Rp 122,14 triliun

Sumber: BI

Editor : Nofilawati Anisa
#sbn #radar surabaya bisnis #bank indonesia #modal asing #SRBI #bei #ramdan denny prakoso #pasar saham