Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

BI Jatim Sebut Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur di 2026 Bisa Tembus 5,6 Persen

Mus Purmadani • Senin, 1 Desember 2025 | 12:56 WIB
JALAN: Kawasan Surabaya Barat menjadi salah satu titik aktivitas utama perekonomian di Surabaya yang menjadi ibu kota Provinsi Jawa Timur.
JALAN: Kawasan Surabaya Barat menjadi salah satu titik aktivitas utama perekonomian di Surabaya yang menjadi ibu kota Provinsi Jawa Timur.

RADAR SURABAYA BISNIS - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim M Noor Nugroho, menyampaikan, pada triwulan III/2025 ekonomi Jawa Timur tumbuh solid 5,22 persen year on year (yoy).

Dengan capaian itu Jawa Timur menjadi kontributor terbesar kedua nasional, diperkirakan tumbuh 4,7 persen hingga 5,5 persen (yoy) pada 2025 dengan inflasi 2,5±1 persen.

"Pada tahun 2026, perekonomian Jawa Timur diperkirakan semakin tumbuh kuat di kisaran 4,8 persen - 5,6 persen (yoy) ditopang keyakinan konsumen dan penjualan ritel, serta adanya stimulus pemerintah," katanya, Minggu (30/11).

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia ke depan akan lebih baik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan, dengan tetap mewaspadai ketidakpastian global yang tinggi.

Bank sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 berada di kisaran 4,7-5,5 persen dan meningkat lebih tinggi pada 2026 dan 2027 masing-masing dalam kisaran 4,9 - 5,7 persen dan 5,1 - 5,9 persen.

"Ini didukung oleh konsumsi dan investasi yang meningkat, serta ekspor yang cukup baik di tengah perlambatan ekonomi dunia. Inflasi akan tetap terjaga rendah dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027 didukung konsistensi kebijakan moneter, kebijakan fiskal, eratnya sinergi pengendalian inflasi baik di pusat maupun di daerah, dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional," katanya.

Stabilitas eksternal dan sistem keuangan tetap terjaga, disertai digitalisasi yang terus berkembang pesat.

"Ke depan, lima tantangan global perlu terus dicermati dan diwaspadai, yakni berlanjutnya kebijakan tarif AS, pertumbuhan ekonomi dunia, tingginya utang pPemerintah dan suku bunga negara maju, tingginya kerentanan dan risiko sistem keuangan dunia, serta maraknya uang kripto dan stablecoins pihak swasta," pungkasnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#KPw BI Jatim #tahun 2026 #keyakinan konsumen #radar surabaya bisnis #bank indonesia #penjualan ritel #pertumbuhan ekonomi #M Noor Nugroho