“Ya, ada (berbagai upaya) dioptimalkan, swasta bisa berkontribusi lebih maksimal. Kita coba menciptakan environment seperti zaman Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), tahun 2004.”
Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan RI
RADAR SURABAYA BISNIS - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi di bawah kepemimpinannya sebagai bendahara negara, bakal terus terakselerasi.
Purbaya menargetkan pada 2026, ekonomi Indonesia bisa menembus level 6 persen.
“Kita perkiraan kuartal IV (2025) 5,6—5,7 persen. Kita bisa dorong terus maksimalkan menuju 6 persen (di 2026),” kata Purbaya dikutip, Minggu (30/11).
Purbaya mengaku, melalui berbagai program yang digulirkan secara sinergi, baik strategis fiskal maupun moneter, ekonomi dapat terus terkerek ke depannya.
Selain itu juga sinergi yang optimal bersama dengan pihak swasta.
“Ya, ada (berbagai upaya) dioptimalkan, swasta bisa berkontribusi lebih maksimal. Kita coba menciptakan environment seperti zaman Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), tahun 2004,” ungkap mantan ketua Dewan Komisioner Lembaga Panjamin Simpanan (LPS).
Diketahui, Purbaya memang beberapa kali menyinggung tentang strategi ekonomi zaman Presiden RI ke-6 SBY yang dianggap berhasil melalui kebijakan pro-growth.
Ia pernah membandingkan pertumbuhan ekonomi era SBY dengan Presiden ke-7 Joko Widodo, dengan menyebutkan bahwa pada masa Jokowi perhatian difokuskan pada belanja pemerintah, sedangkan pada era SBY lebih menggerakkan sektor swasta.
Purbaya ingin menggerakkan keduanya, dengan target pertumbuhan 6 persen di 2026.
Sebelumnya, dalam event Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan bergerak positif, di tengah tantangan ekonomi global yang melambat.
Hal itu seiring dengan meningkatnya konsumsi, investasi, kinerja ekspor, serta langkah akselerasi belanja pemerintah.
Airlangga meyakini pada 2026, sesuai dengan target dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN), ekonomi akan tumbuh 5,4 persen, defisit di bawah 3 persen Produk Domestik Bruto (PDB).
Target tersebut lebih tinggi dibandingkan target pada 2025 sebesar 5,2 persen.
Dari sisi moneter, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan target pertumbuhan ekonomi pada 2026 menurut bank sentral yakni berkisar di 4,9-5,7 persen.
Kemudian melaju lagi di 2027 sebesar 5,1-5,9 persen. Angka-angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target pada tahun ini yang berkisar di 4,7-5,5 persen. (ara/opi)
Editor : Nofilawati Anisa