Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Investor Asing Berebut Beli Sukuk Global RI

Nofilawati Anisa • Jumat, 21 November 2025 | 23:01 WIB

 

ILUSTRASI: Kemenkeu telah menyelesaikan proses penawaran sukuk global senilai USD 2 miliar.
ILUSTRASI: Kemenkeu telah menyelesaikan proses penawaran sukuk global senilai USD 2 miliar.

RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyelesaikan proses penawaran sukuk global senilai USD 2 miliar.

Surat utang berbasis syariah itu diterbitkan dalam dua tenor, yakni lima tahun senilai USD 1,1 miliar dan 10 tahun senilai USD 900 juta.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suminto mengatakan, imbal hasil dari sukuk global tenor lima tahun yang ditawarkan sebesar 4,5 persen, sedangkan yang 10 tahun 5 persen.

Dengan imbal hasil yang ditawarkan itu, para investor masih sangat berminat untuk membeli sukuk global Indonesia seri SNI1230 dan SNI1235.

Tergambar dari Puncak jumlah pesanan yang masuk mencapai USS 5,8 miliar, dengan pesanan akhir setelah Final Pricing Guidance (FPG) mencapai lebih dari USS 3,9 miliar.

"Peak book ordernya mencapai USD 5,8 miliar atau 2,9 kali dari USD 2 miliar yang kita ambil," kata Suminto saat konferensi pers APBN, dikutip, Jumat (21/11).

Transaksi ini menandai ketujuh kalinya pemerintah mengakses pasar keuangan internasional tahun ini, setelah enam kali penerbitan dalam denominasi mata uang USD, EUR, JPY, AUD dan CNH.

Suminto mengklaim, penerbitan surat utang ketujuh kalinya di pasar global ini dan mendapatkan penawaran tinggi menunjukkan minat investor yang berkelanjutan terhadap surat berharga Pemerintah Republik Indonesia dalam berbagai mata uang.

"Menggambarkan bagaimana confidence atau kepercayaan dari investor terhadap kinerja dan prospek perekonomian Indonesia, termasuk kredibilitas kebijakan pemerintah," tegasnya.

Sukuk Global diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III (PPSI-III), badan hukum yang didirikan dan sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan tujuan khusus untuk melakukan penerbitan Surat Berharga Syariah Negara dalam mata uang asing di pasar internasional.

Sukuk Global ini menggunakan struktur akad Wakalah dan telah memperoleh opini syariah dari Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) serta dari Internal Shari'a Supervisory Committee (ISSC) Dubai Islamic Bank PSJC, Shari'a Committee J.P. Morgan, dan Global Shari'a Supervisory Committee Standard Chartered Bank.

Setelmen Sukuk Global akan dilakukan pada 1 Desember dan akan dicatatkan di Singapore Exchange Securities Trading Limited dan Nasdaq Dubai.

Setiap tenor akan diberikan peringkat Baa2 dari Moody's Investor Service, BBB dari S&P Global Ratings Services, dan BBB dari Fitch Ratings.

Dubai Islamic Bank, Goldman Sachs, J.P. Morgan, KFH Capital Investment Company K.S.C.C., dan Standard Chartered Bank bertindak sebagai Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners.

PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai Co-Managers untuk transaksi ini. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#radar surabaya bisnis #sukuk #pesanan #asing #risiko #investor #kementerian keuangan #global