Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Laporan Bank Indonesia Sebut DPK Perbankan di Oktober 2025 Tumbuh 8,1 Persen, Melambat Dibandingkan Pertumbuhan di September 2025

Nofilawati Anisa • Jumat, 21 November 2025 | 22:34 WIB
PEDAGANG: Seorang konsumen melakukan aktivitas pembayaran menggunakan QRIS.
PEDAGANG: Seorang konsumen melakukan aktivitas pembayaran menggunakan QRIS.

RADAR SURABAYA – Bank Indonesia (BI) merilis Laporan Analisis Uang Beredar, Jumat (21/11).

Berdasarkan laporan tersebut, terungkap bahwa pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) melambat pada Oktober 2025.

Bank Sentral mencatat, di Oktober 2025, DPK cuma tumbuh 8,1 persen secara tahunan menjadi Rp 9.153,6 triliun.

Sementara di bulan sebelumnya, pertumbuhan DPK mencapai 8,4 persen. Di September 2025, total DPK mencapai Rp 9.144,5 triliun.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh giro yang tumbuh sebesar 13,2 persen secara tahunan menjadi Rp 2.864,6 triliun.

Sementara simpanan berjangka tumbuh sebesar 4,9 persen secara tahunan mencapai Rp 3.292,5 triliun.

Pertumbuhan giro dan simpanan berjangka ini juga melambat dibandingkan periode September 2025.

Di bulan tersebut, giro tumbuh 13,7 persen secara tahunan, sementara simpanan berjangka tumbuh 5,9 persen secara tahunan.

Kendati begitu, tabungan tercatat mengalami pertumbuhan 7,2 persen secara tahunan menjadi Rp 2.996,6 triliun.

Jumlah ini meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 6,4 persen secara tahunan.

Perlambatan pertumbuhan DPK terjadi baik di segmen DPK rupiah maupun DPK valas.

DPK rupiah tercatat cuma tumbuh 8,5 persen di Oktober 2025 mencapai Rp 7.799,3 triliun.

Di bulan September 2025, pertumbuhannya mencapai 8,8 persen.

Sementara DPK valas tumbuh 5,9 persen di Oktober 2025, melambat dari 6,4 persen di September 2025.

Total DPK valas mencapai Rp 1.354,3 triliun di Oktober 2025.

Pertumbuhan giro dan simpanan berjangka, baik di segmen rupiah maupun valas, sama-sama melambat.

Sementara DPK tabungan menguat, baik di valas maupun di rupiah.

Di DPK tabungan rupiah, pertumbuhan mencapai 6,9 persen di Oktober 2025 menjadi Rp 2.783,7 triliun. Di September, pertumbuhannya cuma 6,4 persen.

Pertumbuhan DPK tabungan valas lebih dahsyat lagi, mencapai 10,8 persen menjadi Rp 212,8 triliun. Di September 2025, pertumbuhannya mencapai 7,3 persen.

Perlu dicatat, di Oktober 2025, kurs rupiah tercatat menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Per akhir Oktober 2025, kurs rupiah setara Rp 16.631 per USD, naik 0,20 persen.

Artinya, pertumbuhan DPK ini memang ditopang banyaknya valas yang masuk ke tabungan. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#rupiah #kredit #tabungan #radar surabaya bisnis #bank indonesia #dana pihak ketiga #valas