Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Utang Luar Negeri RI di Kuartal III/2025 Tembus Rp 7.103 Triliun

Nofilawati Anisa • Senin, 17 November 2025 | 23:16 WIB
Ramdan Denny Prakoso
Ramdan Denny Prakoso

“Secara tahunan, ULN swasta melanjutkan kontraksi pertumbuhan dari kontraksi pada kuartal sebelumnya sebesar 0,2 persen (yoy) menjadi sebesar 1,9 persen (yoy).”

Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI

RADAR SURABAYA BISNIS - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia di kuartal III/2025 mencapai USD 424,4 miliar atau setara Rp 7.087 triliun (asumsi kurs Rp 16.700 per USD).

Angka itu turun 1,8 persen dari kuartal II/2025 yang masih di angka USD 432,3 miliar.

"Posisi ULN Indonesia pada triwulan III/2025 tercatat sebesar USD 424,4 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi ULN pada triwulan II/2025 sebesar USD 432,3 miliar," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Senin (17/11).

Secara tahunan, ULN Indonesia terkontraksi 0,6 persen (yoy) pada triwulan III/2025, menurun dibandingkan triwulan II 2025 yang tumbuh sebesar 6,4 persen (yoy).

Bank sentral menyampaikan perlambatan pertumbuhan ULN salah satunya disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan ULN sektor publik dan kontraksi pada ULN sektor swasta.

Jika dirinci, pertumbuhan ULN pemerintah melambat. Tercatat, ULN pemerintah USD 210,1 miliar per kuartal III/2025 atau tumbuh 2,9 persen (yoy).

Angka itu lebih rendah dibandingkan dengan laju 10 persen (yoy) pada kuartal II/2025.

Ramdan menerangkan ULN pemerintah dimanfaatkan untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,1 persen); administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (20,7 persen), jasa pendidikan (17 persen); konstruksi (10,1 persen), transportasi dan pergudangan (8,2 persen), serta jasa keuangan dan asuransi (7,5 persen).

Sementara itu, posisi ULN swasta tercatat sebesar USD 191,3 miliar pada kuartal III/2025. Nilainya lebih rendah dibandingkan dengan posisi kuartal II/2025 yang sebesar USD 193,9 miliar.

“Secara tahunan, ULN swasta melanjutkan kontraksi pertumbuhan dari kontraksi pada kuartal sebelumnya sebesar 0,2 persen (yoy) menjadi sebesar 1,9 persen (yoy),” lanjutnya.

Ramdan menjelaskan, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh ULN lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi sebesar 3,0 persen (yoy) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang terkontraksi sebesar 1,7 persen (yoy).

"Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi; pengadaan listrik dan gas; serta pertambangan & penggalian, dengan pangsa mencapai sekitar 81 persen terhadap total ULN swasta," jelas Ramdan.

"Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh kontraksi pertumbuhan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik seiring ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi," ujar Ramdan.

Ia menambahkan, struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,5 persen pada triwulan III/2025, dari 30,4 persen pada triwulan II/ 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 86,1 persen dari total ULN.

“Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” ujarnya.

Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

Selanjutnya, bank sentral mengatakan rasio ULN Indonesia masih terbilang terhadap produk domestik bruto (PDB) turun dari 30,4 persen ke 29,5 persen pada kuartal III 2025.

"Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," pungkas Ramdan. (one/opi)

ULN Kuartal III/2025

*Nilai USD 424,4 miliar
*Turun 1,8 persen

*Rincian:
1. ULN pemerintah USD 210,1 miliar
2. ULN swasta USD 191,3 miliar

*ULN pemerintah untuk:
1. Jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,1 persen)
2. Administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (20,7 persen)
3. Pendidikan (17 persen)
4. Konstruksi (10,1 persen
5. Transportasi dan pergudangan (8,2 persen)
6. Keuangan dan asuransi (7,5 persen)

*ULN swasta berasal dari:
1. Sektor industri pengolahan
2. Sektor jasa keuangan dan asuransi
3. Sektor pengadaan listrik dan gas
4. Sektor pertambangan & penggalian

 

Editor : Nofilawati Anisa
#radar surabaya bisnis #kuartal iii 2025 #utang luar negeri indonesia #utang luar negeri pemerintah #utang luar negeri swasta